LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Macam-macam tafsir pertemuan Prabowo-Jokowi

Kubu KMP mengklaim pertemuan Prabowo-Jokowi menjadi pertanda tak ada lagi permusuhan politik.

2015-01-31 06:01:00
Pertemuan Jokowi-Prabowo
Advertisement

Pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai kapolri yang berujung perseteruan antara KPK dengan Polri membuat Presiden Joko Widodo tersudut. Jokowi seolah gamang memutuskan apakah akan melanjutkan pelantikan Budi Gunawan atau mengajukan calon kapolri baru.

PDIP sebagai partai pengusung Jokowi dan parpol dalam Koalisi Indonesia Hebat terutama Partai NasDem, terus menekan agar pelantikan dilakukan. Sementara publik juga menekan agar pelantikan Komjen Budi dibatalkan. Berbagai argumen dilontarkan kedua kubu yang bertentangan.

Jokowi sendiri terkesan gamang dan mengulur waktu dengan tidak membuat keputusan yang tegas. Dia meminta masukan dari berbagai pihak termasuk membuat Tim 9. Hasilnya, rekomendasi tim yang diketuai Buya Syafii Maarif itu meminta pelantikan Budi Gunawan tidak dilakukan dan meminta Jokowi memilih calon kapolri yang lain.

Sudah mendapat rekomendasi, Jokowi seolah belum yakin. Puncaknya, seolah memberi kode perlawanan terhadap PDIP yang terus menekannya, Jokowi mengundang Prabowo bertemu di Istana Bogor, Kamis (29/1). Usai pertemuan itu, Prabowo menyatakan dukungannya terhadap Jokowi untuk mengambil keputusan dengan memperhatikan suara rakyat. Bahkan kemudian Prabowo mengumpulkan petinggi Koalisi Merah Putih untuk membahas pertemuan dengan Jokowi. Hasilnya, KMP menyatakan dukungan terhadap Jokowi agar tidak diintervensi partai pendukungnya dalam memutuskan soal kapolri.

Berbagai tafsir pun muncul memaknai pertemuan Prabowo dengan Jokowi. Apa saja? Berikut rangkumannya:

Pertemuan Prabowo-Jokowi titik terang buat bangsa

Ketua DPR Setya Novianto mengatakan, pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto adalah sebuah langkah yang strategis demi kepentingan bangsa ke depan. Mengingat keduanya diusung dari dua poros yang berseteru saat Pilpres 2014 lalu.

"Ya ini tentu pertemuan yang memberikan suatu arti yang sangat strategis, karena Pak Prabowo di KMP dan presiden di KIH. Pertemuan ini merupakan titik terang untuk kepentingan bangsa ke depan. Saya yakin bahwa ini memberikan arti besar bagi bangsa dan negara," kata politikus Partai Golkar ini kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/1).

Dia menegaskan Koalisi Merah Putih (KMP) selalu memberikan dukungannya ke pemerintahan yang dipimpin Jokowi sejak awal. "Kalau yang saya tahu itu pihak Pak Prabowo, Pak Hatta, Pak Ical itu selalu memberikan dukungan kepada pemerintah. Tidak pernah nggak dukung," tegasnya.

Advertisement

KMP bukan hantu bagi pemerintah

Ketua DPP Partai Golkar Tantowi Yahya menilai, pertemuan antara ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo membantah asumsi publik bahwa perselisihan saat pemilu silam akan terus berlanjut.

"Bagus sekali itu pertemuan dua tokoh, presiden dengan ketua partai politik di samping akan menayangkan perspektif persaudaraan dengan partai politik di KMP (koalisi merah putih)," kata Tantowi di gedung DPR, Jakarta, Jumat (30/1).

Terlebih pertemuan itu, lanjut dia, akan memberikan pemikiran yang positif bagi publik. Mengingat selama ini masyarakat menganggap KMP adalah hantu di pemerintahan Jokowi lantaran berada di luar pemerintahan.

"Menimbulkan aura positif untuk rakyat, apalagi isu KMP bakal jadi hantu di pemerintahan," ungkapnya.

Maka dengan adanya pertemuan kedua pihak yang sempat bersaing di Pemilu yang lalu. Masyarakat mulai menyampaikan komentarnya dengan baik. "Saya kalau mendengar komentar rakyat terkait pertemuan itu baik," tandasnya.

Advertisement

KMP tunjukkan kedewasaan berpolitik

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan permintaan Prabowo Subianto kepada Presiden Joko Widodo agar menjadi pendekar utama pencak silat menunjukkan kedewasaan dalam politik.

"Saya kira pesan utama permintaan menjadi pendekar utama adalah kami ingin menunjukkan kedewasaan politik," kata Anis saat ditemui di sela Raker PKS di Jakarta, Jumat (30/1).

Pendaulatan Presiden Jokowi sebagai pendekar utama, kata dia, adalah bukti KMP menjadi oposisi yang cerdas dan tidak kekanak-kanakan. Dia mengatakan pendekar utama merupakan simbol persaudaraan sehingga tindakan Prabowo menampakkan kerukunan antara oposisi dan pemerintah.

Pada Kamis (29/1), Prabowo mengunjungi Presiden Jokowi di Istana Bogor untuk membicarakan masalah bangsa.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo yang baru saja terpilih sebagai Presiden Federasi Pencak Silat Dunia juga memberi titel baru untuk Presiden Jokowi sebagai pendekar utama pencak silat.

"Tradisi kita setiap Presiden adalah pendekar utama pencak silat Indonesia, saat itu beliau menerima pendekar utama dan pakaian pencak silat dan beliau menerima," paparnya.

Ia juga mengundang Presiden untuk menghadiri acara penganugerahan gelar Pendekar Pencak Silat Utama sekaligus bertemu dengan jajaran pengurus Federasi Pencak Silat Dunia serta Ikatan Pencak Silat Indonesia.

JK: Kondisi politik stabil dan bersahabat

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Prabowo adalah hal yang wajar. JK melihat, pertemuan kedua tokoh politik tersebut merupakan pertanda kondisi politik Indonesia yang stabil dan bersahabat.

"Kan Pak Jokowi ya menerima tamu, menerima ketua partai kan bagus, supaya negeri ini aman, politiknya stabil. Itu tanda tanda bahwa politik kita lebih stabil dari pada yang perkiraan, tidak ada partai yang tidak bersahabat kan," tutur JK di kantornya, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (30/1).

JK menegaskan, pertemuan tersebut tidak membicarakan kesepakatan-kesepakatan politik tertentu, melainkan kesepakatan untuk sama-sama membangun Indonesia.

"Tidak ada dealnya, saya pikir semua sadar untuk membangun negeri ini secara bersama-sama," tegas JK.

Terkait dengan banyaknya pemikiran-pemikiran serta anggapan bahwa pertemuan tersebut merupakan upaya Presiden Jokowi untuk meraih dukungan Koalisi Merah Putih (KMP), JK menampik anggapan tersebut. "Berpikir boleh-boleh saja, tapi tidak begitu, bahwa sama-sama ingin membangun bangsa ini," ucap JK.

PDIP yakin Jokowi tidak bicara politik dengan Prabowo

Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi positif pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pertemuan itu baik dilakukan antar tokoh setelah keduanya bersaing dalam Pilpres 2014.

"Presiden Jokowi boleh ketemu dengan tokoh nasional karena saat itu kami melihat ada ketegangan KMP di DPR," kata Hasto di Jalan Teuku Umar, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (29/1) malam.

Hasto yakin tak ada pembicaraan politik dalam pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo. Setelah dilantik sebagai Presiden, Jokowi sering kali melakukan silaturahmi dengan tokoh nasional. "Dalam konstitusi presiden dilantik diambil sumpahnya, maka yang dilakukan selanjutnya konsolidasi pemerintahan," ujarnya.

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.