LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Lukas Enembe dan Pakde Karwo diklaim masuk timses Jokowi, Demokrat berang

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menilai, Sekretaris Koalisi Indonesia Kerja Hasto Kristiyanto tak beretika politik lantaran mengklaim Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Jatim Soekarwo, sebagai anggota tim kampanye nasional pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

2018-08-22 13:06:00
Pilpres 2019
Advertisement

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menilai, Sekretaris Koalisi Indonesia Kerja Hasto Kristiyanto tak beretika politik lantaran mengklaim Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Jatim Soekarwo, sebagai anggota tim kampanye nasional pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dia menuding pernyataan Sekjen PDI Perjuangan itu membuktikan kegagalan kaderisasi kader dalam pilkada.

"Jangan salahkan kami jika mengatakan inilah bukti di PDIP kurang kader berkualitas, efek dari kegagalan mereka di Pilkada serentak kemarin. Jadi sekarang mereka kekurangan kepala daerah sekelas Gubernur, sehingga harus menarik-narik kader Demokrat yang Gubernur untuk memenangkan Jokowi," ujar Jansen kepada merdeka.com, Rabu (22/8).

Advertisement

Dia mengecam pernyataan Hasto mengatakan ada tim khusus yang melakukan komunikasi. Makna tim khusus itu sama saja kubu Jokowi melakukan pembajakan. Jansen mengingatkan bahwa hukum tabur tuai bisa terjadi kepada PDIP jika sudah tak berkuasa.

"Istilah 'tim khusus' ini berarti bermakna sistematis dan terstruktur proses 'pembajakan' yang sedang mereka lakukan terhadap kepala kepada Daerah dari Demokrat tersebut. Dan ini jelas tidak sehat untuk Demokrasi kita. Kami mengingatkan saja, awas nanti hal yang sama akan menimpa partaimu juga ketika kalian tidak berkuasa," jelasnya.

Jansen mengatakan kalau kubu KIK tak percaya diri untuk menang tak perlu vulgar menarik gubernur kader partai lain sebagai timses. Dia menyebut hal itu tak elok dilakukan.

Advertisement

"Masak sampai kepala daerah yang jelas jelas bukan kader dari salah satu partai pendukungnya, ditarik-tarik oleh Hasto masuk ke tim sukses Jokowi. Saya tidak yakin pak Jokowi merestui langkah Hasto ini. Karena secara kepantasan memang ini tidak elok," kata dia.

Sebelumnya, koalisi pendukung Jokowi menarik nama Gubernur Jatim Soekarwo dan Gubernur Papua Lukas Enembe. Keduanya merupakan kader Partai Demokrat yang mendukung kubu Prabowo-Sandiaga. Kepala daerah itu diplot sebagai tim kampanye teritorial.

Baca juga:
Timses Jokowi siap tepis serangan soal ekonomi yang dilakukan lawan
Jokowi-Ma'ruf lebih disukai emak-emak, Sandiaga akan kerja lebih keras lagi
Sandiaga Uno nilai Prabowo dan Gatot Nurmantyo miliki banyak kesamaan
Diminta pidato usai salat Idul Adha, Sandiaga tolak permintaan warga
Jadi khatib Idul Adha di Yogya, Mahfud MD ajak pilih pemimpin yang baik
Soal nama Gatot Nurmantyo jadi ketua timses Jokowi, Golkar sebut belum dibahas

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.