Luhut akui sempat diajak bergabung dengan Freeport
Luhut mengaku saat itu masih berstatus pengusaha.
Kasus permintaan saham PT Freeport Indonesia yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto akhirnya membuat Menko Polhukam Luhut Pandjaitan naik pitam. Alasannya, dalam rekaman pembicaraan antara Setya Novanto dengan Presiden Direktur Freeport Maroef Sjamsoeddin dan Riza Chalid, namanya disebut paling banyak dan terkesan bisa membantu mendorong perpanjangan kontrak Freeport.
Menko Polhukam Luhut Panjaitan memang membantah bahwa dirinya terlibat dalam kasus 'Papa Minta Saham'. Namun dia mengaku pernah diajak bergabung dengan perusahaan tambang yang berafiliasi dengan Freeport McMoran di AS tersebut.
Dia menceritakan kisahnya ketika diajak "Saya pernah bertemu dengan Presiden Direktur Freeport-McMoRan James R Moffett pada tahun 2012. Waktu itu saya masih pengusaha. Saya ditawarkan bergabung di Freeport," Kata Luhut di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (11/12).
Namun dia tidak menjelaskan lebih detail soal tawaran bergabung dengan perusahaan pengelola tambang emas terbesar di dunia itu. "Karena Indonesia nggak setuju, yowes saya nggak jadi," tutupnya.
Luhut berharap kasus yang terus menerus melibatkan namanya ini segera diselesaikan. Alasannya, keluarganya sudah sangat terganggu.
Baca juga:
Luhut klaim ingatkan Jokowi bahaya perpanjang Freeport sebelum 2019
Ridwan Bae: Penjelasan Pak Luhut tak memihak, mesti dikasih jempol
Senin diperiksa MKD, Menko Luhut pastikan sidang digelar terbuka
Merasa disudutkan kasus 'Papa Minta Saham', Luhut ancam serang balik