Lodewijk akui Erick Thohir masuk bursa ketua timses Jokowi-Ma'ruf
Lodewijk mengaku selain Erick, masih banyak nama masuk bursa ketua timses Jokowi-Ma'ruf. Namun, dia tak menyebut jumlah dan siapa saja. Erick merupakan nama terakhir yang masuk.
Wakil Ketua Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Lodewijk Freidrich Paulus mengakui Ketua Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc), Erick Thohir, sebagai salah satu calon ketua tim kampanye nasional pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin.
"Saya belum tahu yang kuat mana tetapi yang jelas pak Erick masuk nominasi menjadi salah satu ketua tim kampanye nasional," kata Sekjen Partai Golkar itu di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/9).
Lodewijk mengaku selain Erick, masih banyak nama masuk bursa ketua timses Jokowi-Ma'ruf. Namun, dia tak menyebut jumlah dan siapa saja. Erick merupakan nama terakhir yang masuk.
"Kan banyak cerita yang dulu-dulu. Terakhir kan saya katakan salah-satu
ada kandidat baru yang keluar ini pak Erick. Sebelumnya banyak," kata dia.
Ketika ditanya siapa pengusul nama Erick, Lodewijk mengaku tidak tahu. Yang diketahuinya, nama Erick ramai diberitakan media.
"Kami tidak tahu datang darimana, yang jelas justru kami baca dari teman-teman wartawan," kata dia.
Lodewijk tidak masalah apabila nama Erick diajukan lantaran bukan tokoh partai. "Tidak ada masalah kan kita berorganisasi. Berorganisasi jelas ada yang memimpin ada anggotanya ada tujuan yang ingin dicapai," ucapnya.
Soal keputusan itu, lagi-lagi dikembalikan kepada bakal calon yang akan menunjuk. "Pada dasarnya itu yang memutuskan pak Jokowi Ma'ruf saya pikir tidak dalam waktu lama lagi diumumkan," katanya.
Baca juga:
Didampingi Rommy, Ma'ruf Amin temui Mbah Moen di Pesantren Al Anwar
Presiden Jokowi segera respons merosotnya Rupiah terhadap USD
Kubu Jokowi sanjung Erick Thohir karena Asian Games 2018 sukses
Moeldoko akan pimpin rapat bahas tim kampanye Jokowi-Ma'ruf di daerah
Kesuksesan Asian Games wajar membawa keuntungan buat Jokowi
Deddy Mizwar dan Lukas Enembe terancam sanksi berat dari Demokrat