LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Lestarikan budaya lokal Jepara, Ganjar ingin ada jurusan seni ukir di SMK

Menurut Politikus PDI Perjuangan ini, adanya sekolah formal khusus tentang ukir, maka lulusannya akan lebih terarah, mulai dari gaya ukir, karakter, teknik, termasuk cara memasarkan.

2018-03-19 04:00:00
Ganjar Pranowo
Advertisement

Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggagas didirikannya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan seni ukir di Kabupaten Jepara. Tujuannya, untuk mengembangkan kemampuan para generasi muda sekaligus melestarikan budaya lokal Jepara yang sebagian masyarakatnya bekerja sebagai pengrajin ukir.

Gagasan Ganjar tersebut disampaikan saat bertemu Ulfi (28), seorang perajin di Sentra Kerajinan Ukir RT 1 RW 5 Mulyoharjo, Kabupaten Jepara, Minggu (18/3). Awalnya Ulfi menjelaskan proses membuat kerajinan ukir yang telah ditekuni sejak tujuh tahun silam.

"Prosesnya bikin gambar dulu kemudian baru ditatah atau diukir. Pengerjaannya memakan waktu sekitar dua bulan," ujar pria lulusan SMP 4 Kuwasen Jepara tersebut.

Advertisement

Ulfi menceritakan akar kayu yang tingginya sedada orang dewasa itu ketika sudah jadi berbentuk angsa akan dijual seharga Rp 3 juta. "Kalau beli kayunya Rp 1 juta," ungkapnya.

Dia juga menunjukkan hasil ukirannya berbentuk naga, kuda, dan lainnya, yang semuanya dibuat dari akar kayu. Hasil kerajinan itu dijual bervariasi dari ratusan ribu sampai belasan juta.

Mendapat penjelasan dari Ulfi, Ganjar juga sempat mempraktikan cara mengukir. Dengan mendapatkan arahan dari Ulfi, Ganjar mencoba meneruskan ukiran yang telah dikerjakan oleh Ulfi.

Advertisement

"Wah, ternyata saya bisa ngukir," seloroh Ganjar.

Ganjar kemudian tertarik dengan kerajinan ukir berbentuk banteng. Calon gubernur nomor urut satu ini pun membelinya seharga Rp 300 ribu.

Ganjar menyatakan, keterampilan yang dimiliki Ulfi dan para pengrajin ukir lain harus ditularkan kepada masyarakat, terutama di kalangan pemuda. "Jadi belajar tidak harus di sekolah saja, bisa juga seperti Ulfi yang belajar mengukir sebagai satu keterampilan," ujarnya.

Menurut Politikus PDI Perjuangan ini, adanya sekolah formal khusus tentang ukir, maka lulusannya akan lebih terarah, mulai dari gaya ukir, karakter, teknik, termasuk cara memasarkan.

"Bila lebih kreatif lagi maka masyarakat menjual paket wisata di mana wisatawan bisa punya kesempatan melihat cara mengukir sekaligus mencoba merasakan mengukir kayu. Jika itu bisa diaplikasikan maka bisa jadi wisata yang kita banggakan," terang Ganjar.

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.