Lawan Ahok, Gerindra akan buat koalisi gemuk di Pilgub DKI
"Pengalaman di DKI 2012, kita lawan incumbent yang popularitasnya tinggi. Toh kita gotong royong & menang," ujar Taufik
Jelang pemilihan gubernur DKI Jakarta, gejolak partai politik sudah terasa. Meski masih satu tahun lagi, berbagai partai politik sudah mulai merancang strategi untuk melawan petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok yang menyatakan siap maju lewat jalur perseorangan. Partai Gerindra kini menyiapkan diri untuk menjalin koalisi gemuk melawan Ahok.
"Tentu partai politik akan menggaet sebanyak-banyaknya dukungan parpol. Lebih-lebih hambatan 2015 sudah terlewati. Sekarang ada koalisi gemuk. Pasti mencari teman-teman untuk sebanyaknya bisa melawan incumbent," kata Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerinda, M Taufik di DPD DKI Jakarta PDIP, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, (26/5).
Taufik menuturkan, pengalaman Pilgub 2012 yang melawan calon incumbent nyatanya dimenangkan oleh pasangan yang diusung oleh partai. Meski kala itu calon dari incumbent memiliki popularitas yang tinggi.
"Pengalaman di DKI 2012, kita melawan incumbent yang popularitasnya tinggi. Toh kita gotong royong dan menang," tambah Taufik.
Dari hasil pilkada serentak di tahun 2015 menunjukkan, 60 persen pasangan peserta pilkada dimenangkan oleh pasangan yang diusung partai. Hal ini menunjukkan bahwa pasangan perseorangan incumbent belum tentu bisa menang jika berhadapan dengan pasangan yang diusung parpol. Terlebih jika melawan koalisi gemuk.
"Data kami 2015, yang menang di pilkada serentak ada 60 persen yang diusung partai. Jadi incumbent jangan merasa akan menang lagi," tutup Taufik.
Baca juga:
PDIP dan Gerindra kembali akur jelang Pilgub DKI Jakarta
Jajaki koalisi, Gerindra serahkan 3 nama ke PDIP untuk Pilgub DKI
Sentilan halus Sandiaga Uno ke Ahok
Di acara Teman Ahok fair, Ahok janji bakal stand up comedy
Ditanya nyagub DKI, Risma tertawa dan bilang 'siapa yang mau maju?'
Nama Sjafrie mencuat, tim penjaringan klaim baru setor nama ke DPP