LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Kubu Romi sebut Djan dukung Ahok tak tulus cuma kepentingan pribadi

Kubu Romi sebut Djan dukung Ahok tak tulus cuma kepentingan pribadi. Sekjen PPP kubu Romi, Arsul Sani menegaskan langkah Djan mendukung Ahok-Djarot tidak akan berpengaruh terhadap soliditas kubunya mendukung pasangan Agus Harimurti dan Slyviana Murni.

2016-10-17 11:20:59
PPP
Advertisement

PPP kubu Djan Faridz dijadwalkan bakal memberikan dukungan kepada pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat sore nanti. Langkah ini dilakukan menyusul manuver Djan yang meminta Menkum HAM menganulir SK Kepengurusan Romahurmuziy.

Sekjen PPP kubu Romi, Arsul Sani menegaskan langkah Djan mendukung Ahok-Djarot tidak akan berpengaruh terhadap soliditas kubunya mendukung pasangan Agus Harimurti dan Slyviana Murni.

"Deklarasi Djan tidak akan berpengaruh apapun terhadap soliditas PPP di Pilkada DKI. Semua struktur maupun akar rumput kultural PPP sudah tahu bahwa sikap Djan mendukung Ahok hanya lah untuk kepentingan dirinya dan segelintir orang di kubunya dalam upaya memutar sikap Pemerintah dengan mengubah SK Kepengurusan PPP bagi dirinya," kata Arsul melalui pesan singkat, Senin (17/10).

Menurutnya, dukungan terhadap Ahok hanya kepentingan politik belaka dan bukan ingin menjadi jembatan umat Islam di Jakarta. "Jadi dukungan Djan tersebut bukan dukungan tulus untuk memenangkan Ahok. Apalagi tulus demi kepentingan menjadi jembatan umat Islam dengan Ahok seperti yang digembar-gemborkan Djan," tegasnya.

Oleh karenanya, Arsul memastikan tak ada satu pun dari PPP kubu Romi yang mendukung keputusan Djan. Malahan, katanya, sebagian besar loyalis Djan berpotensi membelot karena tidak setuju dengan keputusan mendukung Ahok-Djarot. Misalnya, sesepuh dan pimpinan majelis syariah PPP Nur Iskandar SQ, hingga Ketua DPW PPP DKI Abraham Lunggana.

"Karena itu tidak ada satupun segmen internal di PPP yang mendukung keputusan Djan tersebut. Bahkan beberapa orang yang selama ini menjadi pendukung utama Djan pun sudah terbuka menentang Djan atas dukungannya terhadap Ahok," klaim Arsul," ungkapnya.

Bahkan, Arsul mengklaim Ahok juga menilai bahwa dukungan Djan kepadanya adalah dukungan kosong. Alasannya baik secara hukum dan suara kader PPP tidak mengikuti keputusan Djan.

"Kalau kita ikuti respon Ahok sewaktu ditemui Djan jum'at lalu, Ahok pun tahu bahwa dukungan Djan sebenarnya adalah kosong. karena baik legal maupun kultural di PPP tidak akan mengikuti Djan dalam Pilkada DKI," pungkasnya.(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.