LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Kubu Prabowo: Banyak Hal Harus Diperbaiki Dalam Menghadapi Bencana

Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso mendesak pendidikan mitigasi bencana segera diterapkan. Hal ini guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi saat bencana alam terjadi.

2018-12-28 04:01:00
Prabowo Subianto
Advertisement

Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso mendesak pendidikan mitigasi bencana segera diterapkan. Hal ini guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi saat bencana alam terjadi.

"Pendidikan khusus ini harus diperbanyak yang setahu saya di Universitas Pertahanan sudah ada disaster management, jadi di daerah-daerah lain saya kira masih perlu ya," kata Djoko dalam bincang santai di Kopi Bos, Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (27/12).

Djoko kemudian membandingkan mitigasi bencana di Indonesia dengan Jepang. Menurut dia, Negeri Sakura sudah sangat siap menghadapi bencana alam seperti gempa dan tsunami, lantaran pendidikan bencana sudah diterapkan sedari dini.

Advertisement

"Kalau di Jepang sudah ada, kalau ada gempa bagaimana harus masuk di bawah kolong meja, kalau tsunami larinya kemana, jadi masyarakat juga harus dididik mengantisipasi," jelas dia.

Djoko mengakui banyak hal yang harus diperbaiki dalam early warning system (EWS) di Indonesia, ke depannya.

"Ya kesiapsiagaannya banyak. Memang banyak hal kita harus perbaikilah untuk meningkatkan kualitas kemampuan kita menghadapi bencana," pungkas Djoko.

Advertisement

Sebelumnya, desakan senada terhadap mitigasi bencana juga disuarakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bencana alam. Selain mitigasi Jokowi juga menekankan soal EWS sebagai pengingat pencegahan bencana

"Ke depan saya sudah perintahkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) untuk membeli alat deteksi, early warning system yang bisa memberikan peringatan secara dini ke masyarakat," kata Jokowi saat menyambangi Pandeglang.

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jadi korban tsunami banten, kembaran ifan seventeen: kayak main bowling
Nilai Pertanggungan Asuransi Wilayah Bibir Pantai Banten Rp 15,891 T
Onel, Bocah 7 Tahun Selamat dari Tsunami Banten Berkat Sepotong Kayu
PUPR: Ada Sekitar 600 Rumah di Banten dan Lampung yang Harus Diperbaiki
Kajian BMKG: Tsunami Selat Sunda Akibat Longsor 64 Hektar Gunung Krakatau
Mensos Pastikan Seluruh Daerah Terdampak Tsunami Selat Sunda Sudah Bisa Diakses
Pemerintah Sebut Tidak Ada Industri Terdampak Tsunami Selat Sunda

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.