Kubu Anies merasa difitnah soal beredar spanduk 'Jakarta Bersyariah'
Dia belum mengetahui darimana sumber spanduk fitnah itu berasal. Namun ia menduga ada organisasi yang mengatur munculnya spanduk fitnah tersebut. "Jadi perlu ada organisasi cukup rapi masang ini. Spanduknya bagus tebel. Uangnya banyak pasti. Enggak tau yang bikin siapa. Tapi cetakannya bagus," kata Anies.
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan mengklarifikasi beredarnya spanduk 'Jakarta Bersyariah' jika Anies-Sandi terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Anies membantah keras spanduk tersebut berasal kubunya. Ia menganggap beredarnya spanduk penegakkan hukum Islam atau 'Jakarta Bersyariah' adalah fitnah yang dialamatkan terhadap dirinya.
"Kalau buat saya sih enggak keren aja. Kalau pertandingan sepak bola tuh masih fokus di bola masih bagus. Kalau sudah fitnah-fitnah gini, kalau buat kita sih fitnah lagi fitnah lagi," kata Anies, di posko pemenangannya, Jalan Cicurug nomor 6, Jakarta Pusat, Senin (3/4).
Dia belum mengetahui dari mana sumber spanduk fitnah itu berasal. Namun ia menduga ada organisasi yang mengatur munculnya spanduk fitnah tersebut.
"Jadi perlu ada organisasi cukup rapi masang ini. Spanduknya bagus tebel. Uangnya banyak pasti. Enggak tau yang bikin siapa. Tapi cetakannya bagus, nah isinya itu loh," ungkapnya.
Anies mengatakan, bahwa selama ini dirinya enggan mengurusi masalah fitnah yang menerpanya. Namun kali ini ia merasa harus turun dan memberikan klarifikasi.
"Kita fokusnya selama ini enggak ngurusin fitnah sih. Ya harus dijawab karena untuk mengatakan ini bukan kita. Bagi kita ini enggak penting-penting amat lah," ujarnya.
Anies beranggapan, dengan semakin banyaknya fitnah menandakan bahwa tim Anies-Sandi semakin kuat.
"Kalau kami makin banyak difitnah makin yakin. Berarti kami makin kuat momentum kita makin besar," tuturnya.
Ketua Tim Adovokasi Tim Anies-Sandi, Agus Otto mengatakan, sudah ada 100 spanduk yang diturunkan pada tingkat kecamatan. Pihaknya akan segera melakukan pelaporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait spanduk fitnah ini.
"Kami melakukan pelaporan ke Bawaslu, setiap spanduk yang dicopot di tingkat kecamatan kami laporkan ke panwascam (panitia pengawas kampanye) dan kami akan melaporkannya ke Bawaslu DKI juga," jelas Agus.
Selain itu, Kubu Anies juga mengimbau kepada penyebar fitnah untuk jangan mencederai demokrasi. Putaran kedua Pilgub DKI Jakarta harus mengedepankan asas-asas demokrasi.
"Dan yang melakukan (penyebar fitnah), jangan cederai demokrasi. Tapi kami relaks kok. Saya juga enggak pernah secara khusus menanggapin, yang jelas ini bukan kami," tandasnya.
Baca juga:
Anies telekonferensi dengan warga Jakarta di Belanda
Jawaban ketidakhadiran Sandiaga di program televisi swasta
Jalan santai di Kampung Tanah, Anies dapat cindera mata dari warga
Tim Anies-Sandi temukan 13 kategori data invalid di DPS Pilkada
Di hadapan buruh, Prabowo luncurkan buku Paradoks Indonesia
Jubir Anies-Sandi: Jakarta perlu serius menyiapkan pemukiman kota
Populer di luar Jakarta, warga berebut minta foto dengan Anies