LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Kubu Ahok-Djarot tuding ada upaya sistematis larangan kotak-kotak

Tim sukses paslon gubernur DKI nomor urut dua Ahok-Djarot menduga ada pola sistematis pelarangan penggunaan baju kotak-kotak di beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Saksi-saksi paslon dua dilarang menggunakan kemeja kotak-kotak

2017-02-16 23:16:03
Pilgub DKI
Advertisement

Tim sukses paslon gubernur DKI nomor urut dua Ahok-Djarot menduga ada pola sistematis pelarangan penggunaan baju kotak-kotak di beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Salah satunya terjadi di TPS 18 Petojo Utara, Jakarta Pusat, hingga berujung kisruh yang melibatkan Ketua DPC PDIP Jakarta Pusat Pandapotan Sinaga.

Anggota timses Ahok-Djarot, Masinton Pasaribu mengatakan, terjadi intimidasi pada koordinator daerah pemenangan Ahok-Djarot Jakarta Pusat Pandapotan Sinaga.

"Kami melihat setelah menyaksikan video dan keterangan beliau (Pandapotan) ada upaya yang dilakukan dalam pelaksanaan pemungutan suara kemarin. Ada upaya sistematis terhadap saksi paslon nomor dua di beberapa TPS, saksi-saksi paslon dua dilarang menggunakan kemeja kotak-kotak," katanya di Rumah Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (16/2).

Advertisement

Dia menyebut, ada saksi di ratusan TPS yang mendapat perlakuan serupa. Timses pun meminta para saksi untuk melaporkan jika ada pelarangan penggunaan kemeja kotak-kotak.

"Kami inventarisasi laporan para saksi berkaitan pelarangan atribut kemeja kotak-kotak. Surat Komnas HAM 2012 menyebut di Pilgub Jakarta diperbolehkan kemeja kotak-kotak dan diperkuat surat edaran KPUD DKI Jakarta," ujarnya.

Tim Advokasi BaDja telah melaporkan kekerasan yang dialami Pandapotan kemarin (15/2). Anggota DPR dari fraksi PDI Perjuangan itu berharap aparat kepolisian dapat segera memproses laporan itu.

Advertisement

"Dan kemudian dalam sisi pelanggaran hukumnya kami minta para penegak hukum prosesnya cepat karena ada upaya intimidasi teror dan kekerasan terhadap koordinator daerah pemenangan Badja daerah Jakarta Pusat," tutup Masinton.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.