Kubu Agung sebut Yorrys buat malu ungkap DPP Golkar nunggak listrik
"Ini masalah kecil dan tidak pantas untuk diumbar-umbar," kata Leo Nababan.
Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono, Leo Nababan mengecam sikap politikus Golkar Yorrys Raweyai yang mengumbar aib bahwa Kantor DPP Partai Golkar menunggak listrik sampai dua bulan. Menurutnya, hal itu hanyalah masalah sepele dan tak ada pengaruhnya terhadap masa depan partai berlambang beringin itu.
"Ini masalah kecil dan tidak pantas untuk diumbar-umbar," kata Leo saat dihubungi, Selasa (5/1).
Leo menegaskan saat ini yang dibutuhkan oleh Partai Golkar adalah dengan menggelar Munas yang dia sebut sebagai solusi mutakhir mengakhiri perseteruan antar dua kubu. Sementara, soal tunggakan rekening listrik justu semakin mencoreng citra partai.
"Kalau caranya seperti ini tidak bagus untuk Partai Golkar, ini kan sama saja menjelekkan Golkar di publik," katanya.
Seperti diketahui, kabar bahwa Kantor DPP Partai Golkar menjadi tak terurus seiringnya dualisme yang tak kunjung usai memang benar adanya. Bahkan, listrik pun sampai nunggak dan beberapa gaji karyawan pun menjadi telat.
Hal itu juga dibenarkan oleh politikus Golkar Yorrys Roweyai yang menyebut seharusnya biaya operasional Kantor Golkar ditanggung oleh Agung Laksono.
"Iya memang betul belum bayar. Seharusnya Pak Agung yang bayar, Pak Agung yang tanggung jawab karena dia yang kuasain (Kantor Golkar)" kata Yorrys saat dihubungi.
Satpam yang berjaga di Kantor DPP Partai Golkar juga membenarkan bahwa kantor akan gelap gulita ketika malam datang. "Sudah beberapa hari mati," ucapnya.
Baca juga:
Kubu Agung sebut jalan keluar kisruh Golkar ada di mahkamah partai
Tunggakan listrik kantor Golkar tanggung jawab Ical dan Agung
Golkar kubu Agung tuding Rapimnas kubu Ical tidak jelas
Pengganti Setya Novanto dibahas dalam rapim sebelum di paripurna