LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

KPU Tunisia: Pemilu di Indonesia simpel, bisa di pinggir jalan

Pilkada serentak di Indonesia diapresiasi dunia.

2015-12-09 21:54:14
Pilkada Serentak
Advertisement

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memanfaatkan momentum pilkada serentak tahun ini untuk menunjukkan proses pemungutan suara pada peserta Election Visit Program for Head of Regional Election 2015 yang berasal dari negara sahabat. KPU mengajak peserta memantau ke beberapa tempat pemungutan suara (TPS) di Tangerang Selatan.

Adapun para peserta yang belajar mengenai mekanisme Pemilu di Indonesia tersebut berasal diantaranya dari Srilangka, Vietnam, Palestina, Australia, Malaysia, Banglades, Swedia, Iran, Kanada, Maroko, Finlandia, Norwegia, Korea Selatan, Tunisia, Venezuela, dan Amerika Serikat.

Usai serangkaian kegiatan pemantauan, KPU menggelar evaluasi. Peserta Election Visit Program for Head of Regional Election 2015 diminta menceritakan pengalamannya memantau pilkada di Indonesia. Salah satu perwakilan dari KPU Tunisia, Kamel Taujani mengapresiasi sistem pemilihan umum di Indonesia yang transparan. Dia menilai, Indonesia tergolong mudah dalam menggelar pesta demokrasi.

Advertisement

"Ada rasa percaya di antara publik. Sangat simpel dilakukan di mana saja bahkan di pinggir jalanan. Sementara di negara lain tempat tertutup dan penuh penjagaan. Sehingga sepertinya bisa melakukan pemilihan kapan saja," kata Kamel di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (9/12).

Peserta lain juga mengapresiasi sistem pemungutan suara di Indonesia. Salah satunya karena berjalan lancar. bahkan tanpa antrean. Selain itu TPS dibuka tepat waktu. Perwakilan KPU Malaysia menyoroti tanda tinta di jari pemilih. Di negaranya, ini menjadi perdebatan besar. Sebab, dengan berkas saja sudah cukup, tak perlu diberi tanda tinta.

‎"Anda terlihat transparan sekali. Indonesia terbuka sehingga KPU di Malaysia akan mengikuti transparan seperti di Indonesia agar kami dapat kepercayaan publik," ujarnya.

Advertisement

‎Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay juga mengapresiasi proses pilkada serentak tahun ini. Semisal, ada TPS yang dibuat khusus oleh keluarga anggota TNI. "Kebanyakan pemilih tersebut hanya perempuan. Karena di sistem negara Indonesia, anggota TNI tidak memilih," ujar Hadar.

Dia menuturkan, di Indonesia Pemilu tak berlangsung rumit. Hanya butuh waktu 2 sampai 3 jam agar masyarakat memilih. Kemudian keesokan harinya langsung bisa direkapitulasi di level kecamatan.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.