KPU prediksi jumlah pemilih pilpres 190 juta orang
Data yang diterima KPU segera didistribusikan ke seluruh KPU Kabupaten/Kota untuk dilakukan pencocokan
Dalam proses pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih Pilpres 9 Juli mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus menerima tambahan data pemilih. Ketua KPU Husni Kamil Manik memprediksi jumlah pemilih dalam Pilpres mencapai 190 juta orang, atau meningkat dari 185 juta pada Pemilu Legislatif 9 April lalu.
"KPU memprediksi jumlah pemilih DPSHP (Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan) untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden kurang lebih 190 juta pemilih," kata Husni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/5).
Husni mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk proses tersebut.
"Pada tanggal 15 April 2014 KPU menerima data pemilih tambahan untuk Pemilu presiden dan Wakil Presiden sebanyak kurang lebih 3,1 juta," ujar dia.
Husni mengatakan, data yang diterima KPU segera didistribusikan ke seluruh KPU Kabupaten/Kota untuk dilakukan pencocokan dan penelitian oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada 21 hingga 30 April 2014.
Pencocokan data dilanjutkan dengan penyusunan data menjadi DPSHP dengan menggabungkan tiga jenis daftar pemilih.
"DPSHP telah ditetapkan oleh PPS pada 12 Mei 2014 yang lalu. Saat ini KPU Provinsi sedang melakukan rapat rekapitulasi DPSHP Pilpres di masing-masing tingkatan," jelas Husni.
Selanjutnya, KPU akan melakukan rapat koordinasi dengan KPU Provinsi untuk melakukan rekapitulasi DPSHP pada tanggal 23-25 Mei 2014. Nantinya, DPSHP yang telah ditetapkan oleh PPS akan diumumkan kepada masyarakat di tempat-tempat umum selama dua pekan untuk mendapatkan masukan dan tanggapan.
Baca juga:
Ini taman depan KPU yang rusak terinjak massa Prabowo-Hatta
Prabowo mau ganti kaca pecah di KPU, komisioner menolak
Relawan Jokowi di Bandung usul KPU potong alur rekapitulasi
Pilpres satu putaran hemat Rp 3,9 Triliun
Polri siapkan pasukan VIP kawal capres cawapres