KPK harus usut dugaan keterlibatan Hatta di kasus impor daging
Untuk memuluskan rencananya, Elda bahkan nekat menyebut nama Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.
Direktur HRD dan General Affair PT Indoguna Utama Juard Effendi, mengatakan Elda Devianne Adiningrat alias Dati alias Bunda mencoba berbagai cara untuk meyakinkan atasannya, Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman, supaya mau mengajukan penambahan kuota impor daging sapi ke Kementerian Pertanian pada 2013, dengan bantuannya.
Hal itu disampaikan Juard dalam nota pembelaannya (pledoi). Menurut dia, guna memuluskan rencananya, Elda bahkan nekat menyebut nama Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.
Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsy meminta KPK untuk mendalami keterlibatan Hatta Rajasa. Sebagai seorang pengusaha senior, Maria Elizabeth tentu tidak sembarangan memercayai Elda ketika mencatut nama seorang Menko Perekonomian.
"Oleh karenanya keterangan tersebut layak untuk didalami," kata Aboe Bakar, Jakarta, Kamis (20/6). Kemudian, Politisi PKS ini juga menilai ada yang aneh dari kasus ini. Karena nama Elda Devianne Adiningrat ini kerap disebut dari berbagai keterangan saksi.
"Pada keterangan tersebut, Elda terlihat sangat aktif untuk melakukan lobi ke berbagai pihak untuk kuota impor daging sapi, ada yang menyebut terdapat 27 rekaman pembicaraan Elda ke Ahmad Fathonah. Namun sampai saat ini KPK belum menetapkannya sebagai tersangka, padahal sudah bolak balik diperiksa," terang Aboe Bakar.
Dia menjelaskan, KPK perlu memperjelas kasus ini, supaya semuanya clear dan tidak ada yang tertinggal atau memang sengaja ditinggal.
Terkait tudingan itu, beberapa waktu lalu, Hatta Rajasa membantah telah menyetujui penambahan kuota impor daging sapi pada 2013. Menurut dia, kewenangan penambahan kuota impor daging sapi ada di tangan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.(mdk/mtf)