LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

KPK geledah ruang anggota DPR, Fahri Hamzah tak perlu marah

Daripada beradu mulut, jika penggeledahan itu tak sesuai prosedur maka komisi III berhak memanggil KPK.

2016-01-18 11:05:23
Penggeledahan ruang DPR
Advertisement

Adu mulut antara Wakil ketua DPR Fahri Hamzah dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat penggeledahan 3 ruang anggota DPR pekan lalu mengundang komentar sejumlah anggota DPR.

Sekretaris Fraksi Hanura Dadang Rusdiana menilai seharusnya Fahri Hamzah tak perlu marah dan mengamuk karena penyidik KPK menyertakan anggota Brimob bersenjata api saat penggeledahan.

Menurutnya, jika Fahri mengklaim penggeledehan tersebut tak sesuai prosedur, seharusnya Komisi III DPR yang merupakan mitra kerja KPK yang lebih pantas marah. "Daripada beradu mulut di depan publik, itu tidak baik," kata Dadang saat dihubungi merdeka.com, Senin (18/1).

Advertisement

Dalam pandangannya, jika penggeledahan itu tak sesuai prosedur, komisi III berhak memanggil lembaga antirasuah. "Kalau ada prosedur yang dilanggar oleh KPK, biarlah Komisi III memanggilnya untuk diminta pertanggungjawaban," katanya.

Seperti diketahui, akhir pekan lalu Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengamuk. Dia marah-marah kepada penyidik KPK yang melakukan penggeledahan di lantai 6 Gedung Nusantara I, tepatnya di ruang kerja anggota DPR Fraksi PDI-P Damayanti Wisnu yang terjerat kasus dugaan suap terkait pembahasan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PERA) tahun 2016.

Rupanya, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini naik pitam melihat penyidik KPK membawa serta beberapa anggota Brimob lengkap dengan senjata api laras panjang.

Advertisement

"Jangan geledah bawa-bawa senjata," semprot Fahri kepada penyidik KPK saat mendatangi ruang penggeledahan di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (15/1).

Saking marahnya, Fahri berani bertanggung jawab atas larangannya itu kepada Kapolri langsung. "Tidak boleh bawa senjata ke sini (DPR). Nanti saya bilang Kapolri, saya yang tanggung jawab," ujarnya membentak.

Pantauan merdeka.com, usai dibentak Fahri, penyidik KPK kaget dan langsung menghentikan kegiatannya dan terlihat menggunakan telepon selulernya untuk menghubungi seseorang.

Usai membentak penyidik KPK, Fahri pun keluar dari ruangan. Namun, di dekat pintu keluar dia kembali naik pitam begitu melihat barisan anggota Brimob lengkap dengan senjata laras panjang.

"Saya minta tidak ada senjata di Gedung Parlemen ya. Itu sudah sesuai prosedurnya," semprot Fahri kepada para anggota Brimob.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.