LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Kontroversi real count PKS

TPS di 33 provinsi di 359 kab/kota di Indonesia Pasangan nomor 1 (52,3 persen) pasangan nomor 2 (47,7 persen).

2014-07-11 08:37:57
Quick Count Pemilu 2014
Advertisement

Baru H+1 pencoblosan, Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) menyatakan telah menyelesaikan perhitungan suara real count Pilpres 2014. Hasilnya, Prabowo - Hatta menang dalam pilpres versi PKS . Padahal KPU baru akan merilis real count pada 22 Juli mendatang.

"Menurut Pusat Tabulasi Data Tim Saksi ( PKS ) Prabowo - Hatta data hasil perhitungan oleh saksi (C1) yang bertugas di 270 ribu TPS di 33 provinsi di 359 kab/kota di Indonesia Pasangan nomor 1 (52,3 persen) pasangan nomor 2 (47,7 persen)," kata Wasekjen Partai Demokrat Syofwatillah Mohzaib mengutip data PKS , Rabu (9/7).

Dengan hasil demikian, ia mengimbau agar para relawan dan simpatisan tetap mengawal proses distribusi dan penghitungan surat suara hingga ke KPU . KPU sendiri dijadwalkan akan mengumumkan hasil real count pada 22 Juli nanti.

Hasil tersebut tentu perlu dipertanyakan kebenarannya. Pasalnya, PKS juga pernah mengeluarkan real count pada Pemilu Legislatif 9 April lalu. Saat hasil hitung cepat sejumlah lembaga menyatakan suara PKS hanya berkisar 6,9 persen, Presiden PKS Anis Matta mengklaim hasil real count pihaknya mendekati 10 persen.

Dalam kesempatan lain, Anis menyatakan data yang lebih rinci soal hasil real count pihaknya, yakni 9,44 persen suara. "Indikator bahwa suara kami tidak akan turun adalah dari kemenangan PKS di berbagai pilkada dalam setahun belakangan," ujar Anis pada malam hari setelah pencoblosan 9 April.

Namun pada saat Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) mengumumkan hasil rekapitulasi suara hasil Pemilu Legislatif pada 9 Mei malam, klaim real count PKS yang disampaikan Anis itu terpatahkan. Berdasarkan real count KPU , suara PKS hanya 6,79 persen atau selisih sekitar 3 persen dari real count versi partai dakwah itu.

Menurut pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, saat ini partai atau capres tak perlu merilis hasil survei perhitungan suara. "Biarlah menjadi data mereka untuk pembanding dengan hasil KPU ," lata Gungun kepada merdeka.com, Kamis (10/7).

Berikut kontroversi real count PKS yang dihimpun merdeka.com:

Meleset 3 persen

Saat Pileg lalu, hasil hitung cepat sejumlah lembaga menyatakan suara PKS hanya berkisar 6,9 persen. Presiden PKS Anis Matta mengklaim hasil real count pihaknya mendekati 10 persen .

Dalam kesempatan lain, Anis menyatakan data yang lebih rinci soal hasil real count pihaknya, yakni 9,44 persen suara. "Indikator bahwa suara kami tidak akan turun adalah dari kemenangan PKS di berbagai pilkada dalam setahun belakangan," ujar Anis pada malam hari setelah pencoblosan 9 April.

Namun pada saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi suara hasil Pemilu Legislatif pada 9 Mei malam, klaim real count PKS yang disampaikan Anis itu terpatahkan. Berdasarkan real count KPU, suara PKS hanya 6,79 persen atau selisih sekitar 3 persen dari real count versi partai dakwah itu.

Dengan memperoleh hanya 6,79 persen pada Pemilu Legislatif 2014, berarti suara PKS turun sekitar 1 persen dari Pemilu Legislatif 2009 yakni 7,88 persen.

Advertisement

Prabowo ungguli Jokowi 5 persen

Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) merasa optimistis dengan kemenangan Prabowo - Hatta di pilpres. Meskipun mayoritas lembaga survei yang melakukan hitung cepat memenangkan Jokowi - JK .

Ketua DPP PKS Aboe Bakar Al-Habsy merasa yakin capres dan cawapres jagonya menang sampai 4 persen. Apalagi, PKS yang ditugaskan langsung menghitung hasil real count di seluruh TPS di Indonesia.

"Yakin (menang), kita hitung 3 sampai 4 persen maksimal 5 persen," ujar Aboe Bakar di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/7).

Topik pilihan: Jokowi-JK | Prabowo-Hatta

Advertisement

Real count bisa buat kesalahan persepsi

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto menilai hasil real count yang dilakukan partai atau capres jika dipublikasi saat ini bisa menimbulkan salah persepsi di masyarakat. Apalagi jika real count mendramatisir fakta yang ada.

"Maka harus lebih hati-hati mengumumkan hasil suara," kata Gun Gun kepada merdeka.com, Kamis (10/7).

Gun Gun menambahkan, jika dipublikasi maka akan menimbulkan semangat kemenangan atau provokasi di tengah-tengah masyarakat. "Publik butuh situasi yang tidak memanas," tuturnya.

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.