Komisi II DPR apresiasi Pilkada Serentak berjalan lancar & baik
Anggota Komisi II DPR Hetifah Sjaifudian mengapresiasi gelaran Pilkada Serentak tahun 2017 yang berjalan aman, lancar dan damai. Hetifah juga mengapresiasi tingginya angka partisipasi pemilih terutama di daerah-daerah yang dianggap rawan.
Anggota Komisi II DPR Hetifah Sjaifudian mengapresiasi gelaran Pilkada Serentak tahun 2017 yang berjalan aman, lancar dan damai. Hetifah juga mengapresiasi tingginya angka partisipasi pemilih terutama di daerah-daerah yang dianggap rawan.
"Pertama, tingginya angka partisipasi pemilih, bahkan di daerah-daerah yang dianggap rawan keamanan seperti di Aceh dan DKI Jakarta," kata Hetifah melalui pesan singkat, Kamis (16/2).
Wasekjen Partai Golkar itu menambahkan, walaupun di berbagai daerah Pilkada diwarnai dengan masalah akurasi DPT, belum diterbitkannya e-KTP bagi sebagian warga dan juga sulitnya mendistribusi logistik karena faktor cuaca dan geografis, namun penyelenggara Pilkada dianggap mampu memberi solusi jangka pendek yang cukup.
"Adanya perlakuan khusus bagi para penyandang disabilitas, lansia, mereka yang sakit, dan mereka yang membutuhkan perhatian lebih agar dapat menggunakan hak pilihnya. Isu sosial, kesetaraan, dan kemanusiaan pada Pilkada kali ini sangat kental terasa," jelasnya.
Hetifah menilai sudah banyak perbaikan yang ditemukan dalam Pilkada Serentak 2017 dibandingkan dengan Pilkada Serentak pada Desember 2015. Dia juga menyoroti dibukanya ruang bagi masyarakat sipil sebagai pemantau Pilkada.
"Dibukanya ruang yang luas bagi civil society sebagai pemantau independen untuk ikut serta mengawasi jalannya Pilkada, sehingga praktik kecurangan dan ketidakjujuran bisa dicegah dan bahkan dikikis," katanya.
Baca juga:
Berstatus tersangka, Samsu Umar masih unggul di Pilkada Buton
26 Warga tolak pembangunan bandara golput di Pilkada Kulon Progo
Anggota Linmas cantik ini sukses curi perhatian di Pilkada Cilacap
Calon petahana Pilkada Kulon Progo menang telak versi hitung cepat
Curhatan hati 'wong cilik' yang pilih dagang daripada nyoblos
Buka kantor di hari pencoblosan, 2 pegawai Disdukcapil diuber warga
Bawa undangan pencoblosan bukan miliknya, 40 warga diperiksa polisi