Komisi I DPR sepakat Jenderal Gatot Nurmantyo jadi Panglima TNI
Beberapa fraksi memberikan catatan kepada Jenderal Gatot Nurmantyo.
Sepuluh fraksi partai politik yang duduk di Komisi I DPR kompak menyetujui pencalonan Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.
Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menyampaikan, sepuluh fraksi menerima dan mendukung Gatot sebagai Panglima TNI yang baru. Namun, ada beberapa fraksi yang menyetujui dengan beberapa catatan.
Seperti Fraksi NasDem yang memberikan catatan meminta komitmen dari Jenderal Gatot Nurmantyo untuk memprioritaskan industri pertahanan dalam negeri. Fraksi PPP memberikan catatanya, yakni meminta Gatot Nurmantyo tak hanya menjadi Panglima TNI yang berani, tegas dan ikhlas, tetapi turut menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.
Fraksi Golkar menyetujui dengan tiga catatan yakni, melakukan langkah terobosan dalam memenuhi kesejahteraan prajurit TNI, mencari terobosan sengketa perumahan di lingkungan TNI, ketiga menguatkan partisipasi masyarakat untuk mendukung tupoksi TNI.
"Hanura, PKS, PKB, Demokrat, PDIP, PAN dan Gerindra menyetujui tanpa memberikan catatan," kata Mahfudz yang membacakan kesimpulan dari fit and proper test, Rabu (1/7) malam.
"Jadi sepuluh fraksi di Komisi I DPR menyetujui pencalonan Jenderal Gatot Nurmantyo," tambah Mahfudz disambut tepuk tangan yang hadir di ruang rapat Komisi I.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Komisi I DPR, nama Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI akan diserahkan ke pimpinan DPR untuk dibawa ke Badan Musyawarah sebelum ditetapkan dalam rapat paripurna.
Baca juga:
Jenderal Gatot ngaku gerah alutsista uzur, janji beli yang baru
Jenderal Gatot sebut kekayaan Indonesia berpotensi jadi ancaman
Jika jadi Panglima TNI, Jenderal Gatot utamakan bangun AL dan AU
Calon Panglima TNI sampaikan visi dan misi di hadapan Komisi I DPR
Di DPR, Jenderal Gatot baca situasi global hadapi uji kepatutan
Komisi I akan ingatkan calon Panglima TNI tolak hibah Alutsista
PDIP pasang badan muluskan Jenderal Gatot jadi Panglima TNI