LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

KMP bubar jalan, Prabowo bilang hormati pilihan politik kawan kita

Prabowo: Saya percaya dalam hatinya merah putih. Kadang-kadang kita berbeda, tapi untuk kebaikan bangsa.

2016-02-06 14:12:25
KMP Bubar
Advertisement

Koalisi Merah Putih (KMP) yang dibangun Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), tinggal nama. KMP bubar jalan seiring perubahan dukungan politik PAN, PPP dan Golkar yang semula di garis oposisi beralih mendukung pemerintah Jokowi-JK.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku tidak sakit hati ditinggalkan parpol yang semula mengikrarkan diri sebagai partai oposisi. Prabowo menghormati pilihan politik PAN, Golkar, dan PPP yang memilih mengalirkan dukungan ke pemerintah yang berkuasa.

"Gerindra mengajak untuk selalu menghormati semua pihak. Kita hormati pendirian politik, kita hormati pilihan politik kawan-kawan kita," kata Prabowo usai syukuran HUT Gerindra ke-8 di Aula Kantor DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Sabtu (6/2).

Advertisement

Dalam pandangan Prabowo, partai politik mempunyai tujuan yang baik dalam konteks membangun Indonesia. Sehingga dia tidak memandang adanya KMP dan KIH selama mempunyai tujuan yang baik untuk bangsa.

"Saya percaya dalam hatinya merah putih. Kadang-kadang kita berbeda, tapi untuk kebaikan bangsa," ucapnya.

"Jadi saya tidak mau mempermasalahkan. Ada yang mau masuk pemerintah, ada yang tidak mau masuk pemerintah, tidak ada masalah," tegasnya.

Advertisement

mantan Danjen Kopassus ini menegaskan sikap politik Gerindra tetap berada di seberang pemerintah atau tetap di barisan oposisi. Dia siap mengkritik pemerintah apabila sudah keluar dari makna Undang Undang Dasar 1945 atau Pancasila.

"Sebetulnya di republik ini tidak mengenal sistem oposisi murni. Yang pasti kalau ada kebijakan pemerintah yang baik untuk rakyat, ya kita tidak oposisi. Kita dukung. Kalau ada yang kurang, kita kritik. Kita berbeda pendapat, tapi kritik untuk membangun, kritik untuk mengingatkan. Kritik untuk menyuarakan suara rakyat," tandasnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.