Kiai peramal SBY jadi presiden kini dukung Prabowo
Prabowo sudah beberapa kali sowan ke Kiai Muzaikki Syah.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Qodiri, Gebang Poreng, Kabupaten Jember, Jawa Timur, KH Muzaikki Syah terang-terangan mendukung pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa. Bahkan, 3.000 santri di Ponpes manakib pengamal zikir Syeihk Abdul Qodir Jaelani itu siap digerakkan untuk ikut menangkan pasangan Prabowo - Hatta.
"Keluarga besar Al Qodiri mendukung Prabowo - Hatta. Tiga ribu santri dan alumni pondok pesantren akan kita arahkan ke sana (Prabowo - Hatta). Sebab, Indonesia butuh pemimpin yang tegas dan amanah. Dan itu ada pada sosok Prabowo," kata putra Muzaikki, Fadil Muzaki di Surabaya, Jumat (30/5).
Dia mengaku sudah lama mengenal dan paham betul sosok Prabowo. Bahkan, mantan Danjen Kopassus itu sudah dua kali sowan ke Ponpes Al Qodiri di Jember.
"Saat berkunjung ke Al Qodiri, di hadapan para santri, Prabowo bahkan pernah mengatakan ingin menjadi santri Kiai Muzakki. Waktu itu, kiai langsung mengucap kalimat yang spontan: Ini cocok jadi presiden, pantas jadi presiden," kata Gus Fadil menirukan kalimat ayahnya.
Meski begitu, Gus Fadil menolak ikut gerakan atau deklarasi dukungan bersama kelompok manapun. "Kami cukup mengkoordinasikan ribuan jemaah dan santri kami sendiri yang ada di pondok pesantren dan alumni," akunya.
Jumlah santri yang menetap di pondok pesantren, lanjut dia, mencapai 3.000 orang. "Sedangkan alumni dan jemaahnya bisa mencapai ratusan ribu orang," ujarnya.
Nama KH Muzakki Syah cukup tenar di kalangan pejabat pemerintahan. Tak jarang, ponpesnya dikunjungi para pejabat, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan, Kiai Muzakki juga menjadi salah satu guru spiritual SBY.
Sang kiai juga pernah meramal SBY pada 27 September 1998 silam, yang nantinya Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu kelak akan menjadi presiden. Dan itu terbukti, SBY menjabat sebagai presiden selama dua periode.
"Ramalan itu terlontar saat mereka tanpa sengaja bertemu sekitar pukul 21.00 WIB di kamar 9 sebuah hotel. Syarat jika SBY ingin menjadi presiden, beliau dilarang menghubungi kiai dan kiai juga tidak akan menghubungi SBY lagi," kata Gus Fadil mengakhiri ceritanya. (mdk/has)