LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Khatib Istiqlal: Mampu Menahan Emosi Buahnya Pemberian Maaf pada Orang Lain

Ia menegaskan setiap orang pastilah memiliki banyak kesalahan apalagi dalam kontestasi Pemilu 2019, baik itu dalam bentuk tindakan maupun dalam ucapan yang kadang menyudutkan lawan politik, bahkan menuduh dengan tidak berdasarkan pada fakta.

2019-04-19 15:07:47
Pemilu 2019
Advertisement

Khatib Jumat Masjid Istiqlal Prof Dr Andi Faisal Bakti MA menyerukan sikap saling memaafkan kepada seluruh lapisan masyarakat serta peserta Pemilu 2019.

"Setelah semuanya berlalu, bukalah pintu maaf dan berusaha memaafkan kesalahan yang kita lakukan atau dilakukan oleh pihak lawan sepanjang kontestasi politik," kata Prof Andi dalam khutbahnya di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (19/4).

Ia menegaskan setiap orang pastilah memiliki banyak kesalahan apalagi dalam kontestasi Pemilu 2019, baik itu dalam bentuk tindakan maupun dalam ucapan yang kadang menyudutkan lawan politik, bahkan menuduh dengan tidak berdasarkan pada fakta.

Advertisement

Prof Andi yang juga merupakan Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut menjelaskan tujuan dari saling memaafkan adalah persatuan dan kebersamaan.

"Memaafkan merupakan salah satu fondasi kehidupan sosial. Masyarakat akan hidup dalam kedamaian apabila mereka hidup saling memaafkan," kata dia.

Dia mengatakan dalam memaafkan kesalahan orang lain memang sulit karena seseorang harus mengesampingkan ego pribadinya untuk menerima orang lain. Dengan memaafkan, maka seseorang telah menjadikan dirinya dekat dengan taqwa.

Advertisement

Khatib Jumat Istiqlal juga mengajak seluruh umat muslim untuk menahan emosi menyikapi hasil Pemilu 2019.

"Ketika kita telah mampu menahan emosi, buahnya adalah pemberian maaf kepada orang lain. Kata maaf sangat erat dengan keikhlasan, dan hanya orang yang hatinya ikhlaslah yang terbuka untuk memaafkan orang lain," jelas dia.

Dia mengatakan seseorang tidak bisa menjadi manusia yang bebas tanpa beban psikologis tanpa memaafkan. Lebih lagi jika terus menerus dibiarkan akan mengakibatkan dendam yang tidak berkesudahan.

"Oleh karena itu di beberapa ayat Allah memerintahkan tidak hanya memaafkan tapi juga berlapang dada," jelas dia. Seperti diberitakan Antara.

Baca juga:
Sumarsono minta khutbah di masjid tak ada bau politik
JK sebut tak mudah sertifikasi khatib karena masjid dibangun warga
Khutbah Jumat di Mesir akan diseragamkan
Di hadapan peserta KAA & Jokowi, Aher khotbah Jumat dengan 3 bahasa
3 Hal ini bikin Khotib Jumat bisa diinterupsi
NU: Khotbah Jumat boleh diinterupsi

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.