Ketum PPP: Kemajemukan dan Perbedaan Bukan Zona Tanpa Toleransi
Suharso mengungkapkan, menyongsong Pemilu nasional 2024, PPP memikul tugas tugas sejarah yang sangat penting. Dia bilang, PPP terpanggil untuk mewujudkan Islam rahmatan lil alamin.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Manoarfa mengajak masyarakat mengakhiri krisis ketiadaan penghormatan terhadap perbedaan. Dia menegaskan, bahwa perbedaan bukanlah permusuhan.
"Islam adalah rahmat bagi sesama bagi semua dan semesta. Kami mengajak mari kita akhiri krisis yang mengganggu dan mencederai kita beberapa waktu terakhir, krisis ketiadaan penghormatan kepada perbedaan, kita tegaskan bahwa berbeda tidak berarti bermusuhan, bahwa kemajemukan dan perbedaan bukanlah zona tanpa toleransi," katanya saat pidato kebangsaan di HUT ke-50 CSIS, Jumat (20/8).
Suharso mengungkapkan, menyongsong Pemilu nasional 2024, PPP memikul tugas tugas sejarah yang sangat penting. Dia bilang, PPP terpanggil untuk mewujudkan Islam rahmatan lil alamin.
Dia melanjutkan, pada bulan Desember 2020, PPP membuat survei nasional yang melibatkan 2.600 responden dari seluruh Indonesia. Kata dia, masyarakat Indonesia ternyata memberi amanat penting bagi partai ka'bah.
Amanat tersebut untuk peduli, bersimpati, membela, dan mewakili umat islam. Serta merawat kemajemukan, melindungi minoritas dan selalu ada ditengah dan bersama masyarakat.
"Amanat itu seperti tumbu bertemu tutupnya, klopnya dan serasi, sejalan, dengan komitmen PPP untuk membuktikan bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin," tandas Kepala Bappenas itu.
Baca juga:
PPP Soroti Posisi Silpa 2020 Terbesar Sejak 2016
Arsul Sani: Tak Ada Fraksi Secara Formal Maupun Informal Bahas Masa Jabatan Presiden
Fokus Pileg, PPP Tak Mau Ikut-ikutan Promosi Figur Lewat Baliho
Fokus Urusi Pandemi Covid-19, PPP Tak Mau Ikut-ikutan Pasang Baliho Capres 2024
PPP Minta Bulog Jaga Kualitas Beras Bansos