LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ketum PAN: Pak SBY presiden dua kali beraninya netral

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyindir keberanian Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam tiap ajang pesta demokrasi. Presiden ke-6 itu dianggap tidak berani mengambil sikap politik dan selalu memilih netral.

2017-04-21 06:29:45
Partai Amanat Nasional
Advertisement

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyindir keberanian Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam tiap ajang pesta demokrasi. Presiden ke-6 itu dianggap tidak berani mengambil sikap politik dan selalu memilih netral.

Itu disampaikan Zulkifli ketika menghadiri peluncuran buku berjudul 'Takziyah Muhammadiyah Untuk KH Hasyim Muzadi' di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Kamis kemarin malam. Hadir juga dalam acara itu, di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden PKS Sohibul Iman hingga Ketum PPP Rohamurmuziy.

Sebelum mendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada putaran II Pilgub DKI, PAN tergabung dalam poros Cikeas buatan SBY mengusung Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni. Mereka bergabung bersama Partai Demokrat, PPP dan PKB.

"Kami berempat (Demokrat, PPP, PKB dan PAN) bersama Pak SBY presiden dua kali beraninya netral. Cak Imin deklarasi dukung Ahok, PPP kita maklum karena katanya suratnya belum turun," kata Zulkifli bercanda.

Menurut Zulkifli, partainya lebih berani mengambil sikap politik dibanding SBY. Sehingga dia menegaskan bahwa PAN adalah partai konsisten. Dukungan politik itu itu diberikan kepada Anies-Sandiaga.

"Kalau kita Pak Wapres, kita yang agak berani ikut dukung (Anies Sandi). Karena kalau dukung Pak Ahok, enggak bisa pulang saya, koper sudah ditaruh di depan," ujarnya sambil tertawa-tawa.

Sementara itu, Jusuf Kalla dalam pidatonya juga sempat menyindir kehadiran Romi dan Sohibul. Apalagi keduanya berbeda pandangan terkait Pilgub DKI Jakarta. "Hadir pula di sini dua pimpinan partai. Ada Pak Sohibul dan Pak Romi (Romaruhmuziy) yang dulu beda kamar ya sekarang Alhamdulillah sekarang sudah satu kamar lagi," terang Jusuf Kalla.

Baca juga:
Ucapkan selamat, AHY harap Anies-Sandi lanjutkan capaian Ahok-Djarot
Demokrat klaim Anies-Sandi menang karena pendukung Agus-Sylvi
Alasan Demokrat tak hadir rapat Bamus bahas pencekalan Setya Novanto
Saat PDIP dan Demokrat tak bela Setya Novanto
Demokrat: KPK tidak boleh takut, rakyat di belakang mereka!

Advertisement
(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.