Ketum PAN disoraki, Ketua DPR lihat ekspresi kebahagiaan mahasiswa
Ketua DPR Bambang Soesatyo tidak menilai buruk aksi Mahasiswa Muhammadiyah soraki Zulkifli Hasan. Dalam pandangannya, sorakan itu menandakan kegembiraan Mahasiswa.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mempromosikan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara seminar bertemakan Masa Depan Ekonomi Pancasila dan Tantangan Start-up Wirausaha di Era Generasi Millenial bersama Mahasiswa di Hotel Karlita, Purwokerto, Selasa (25/9).
Namun, ucapan Ketua Umum Partai Amanat Nasional yang seolah-olah mengkampanyekan pasangan Prabowo-Sandiaga mendapat respons berupa sorakan dari mahasiswa.
Ketua DPR Bambang Soesatyo tidak menilai buruk aksi Mahasiswa Muhammadiyah soraki Zulkifli Hasan. Dalam pandangannya, sorakan itu menandakan kegembiraan Mahasiswa.
"Saya no komen lah kan itu adalah Pak Zul (Zulkifli Hasan). Jadi pak Zul yang bisa jawab, saya tidak datang. Saya sih melihatnya sorak kegembiraan bukan sorak yang lain," ungkap Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/9).
Bamsoet menuturkan, pejabat publik pasti akan berusaha hadir dalam undangan sebagai pembicara di Universitas. Menurutnya, itu salah satu tugas pejabat publik. Bamsoet mengaku selalu datang jika mendapat undangan menjadi pembicara. Dia tak ingin dicap sombong.
"Kalau kampusnya mau mengkaji dan kampusnya mengundang di Universitas PGRI Semarang, saya diundang jadi kita pihak yang diundang kadang-kadang sulit tidak memenuhi undangan, nanti dibilangnya sombong," jelasnya.
Disinggung adanya muatan kampanye yang dilakukan pejabat publik atau politisi ketika menjadi pembicara, Bamsoet tidak bisa menilai. Seperti tertulis dalam UU 7/2017 bahwa dilarang berkampanye di lembaga pendidikan.
"Soal kampanye soal pembawaan masing-masing dan tergatung situasi dan kondisi ya," tutupnya.
Baca juga:
Disoraki mahasiswa saat promosikan Prabowo-Sandi, ini reaksi Ketum PAN
Gerindra kaji langkah hukum atas kampanye hitam serang Sandiaga
Ketum PAN hormati apapun keputusan Yenny Wahid di Pilpres 2019
Janji Prabowo-Sandiaga: Hak cipta seniman & sanksi berat pembalak liar
Istri Gus Dur akan jewer pemain jika bertanding di Pilpres terlalu keras
Kritik keras Ical dan gejolak dukungan Golkar