LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ketum PAN desak Kapolri usut testimoni Freddy, aparat beking narkoba

Kapolri sendiri tengah menyelidiki kebenaran testimoni yang diberikan Freddy kepada KontraS itu.

2016-07-31 18:04:00
Kasus Narkoba
Advertisement

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera mengusut tuntas polemik keterlibatan sejumlah penegak hukum dalam mafia perdagangan narkoba oleh Freddy Budiman sebagaimana dalam testimoni yang ditulis KontraS.

"Ini penting untuk kepentingan penegakan hukum, kepastian hukum dan keadilan bagi pribadi maupun institusi yang ada," kata Zulkifli kepada wartawan di Kupang, Minggu (31/7).

Zulkifli berada di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk melantik Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW-PAN) provinsi seribu pulau itu.

Dikutip dari Antara, Menurut dia, informasi yang beredar saat ini tentunya membutuhkan sebuah langkah lanjutan sebagai bagian dari pembuktian yang lebih memadai. Dan karena itu dibutuhkan ketegasan aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk melakukannya.

Dia mengatakan, kejahatan narkoba telah menjadi salah satu kejahatan yang menjadi prioritas perhatian Pemerintah Indonesia untuk memberantasnya. Betapa tidak kejahatan itu sudah sangat merusak kehidupan anak bangsa.

Ada ratusan manusia Indonesia yang harus meregang nyawa akibat mengonsumsi barang haram itu. Karena itulah menjadi penting untuk diperangi bersama.

Karena itu, dalam konteks polemik yang disenandungkan KontraS ini, patut dicarikan pembuktiannya, sehingga memberikan kepastian hukum bagi institusi yang disebut-sebut terlibat dalam perdagangan barang haram yang mematikan itu.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian telah memerintahkan Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar menemui dan mengonfirmasi informasi Koordinator KontraS, Haris Azhar itu.

Menurut Tito tulisan Haris Azhar yang beredar melalui media sosial tersebut belum jelas kebenarannya yang menyebutkan unsur Polri dan Badan Nasional Narkotika (BNN) dan lainnya.

Jenderal polisi bintang empat itu ingin pertemuan dengan pegiat hak asasi manusia itu mengetahui dan mendapatkan informasi tersebut termasuk identitas pejabat dan bukti pendukung lainnya.

Freddy Budiman menjadi satu di antara empat terpidana mati yang dieksekusi di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat sekitar pukul 00.46 WIB.

Berlokasi di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan itu, selain Freddy Budiman (warga Indonesia), juga ditembak mati Seck Osmane (warga Senegal), Humprey Eijeke (warga Nigeria) dan Michael Titus (warga Nigeria).

Freddy Budiman dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Mbah Ratu di Jalan Demak Surabaya, Jumat sore, setelah sempat disemayamkan di rumah duka di Krembangan Baru VII/6A Surabaya.

Baca juga:
Komisi III DPR segera panggil KontraS soal pernyataan Freddy Budiman
Istri Freddy Budiman di bui, BNN dalami jaringan narkoba di Palu
Harris Azhar sebut Freddy tak sebutkan nama, tapi ada di pledoi
Alasan KontraS baru ungkap curhatan Freddy setelah dieksekusi mati
Kicauan Freddy sebelum ditembak mati bikin aparat kebakaran jenggot
Pesan-pesan terakhir Freddy Budiman yang bikin haru
Misteri liang kubur Freddy Budiman digenangi air

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.