Ketum PAN: Demokrat memang dua kaki, di Prabowo dan Sandi
Dia yakin Demokrat tetap konsisten dalam mendukung pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yakin Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak main 'dua kaki' di Pilpres 2019. Dia yakin Demokrat tetap konsisten dalam mendukung pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.
"Waduh Pak SBY enggak begitu. Saya kan mantan menterinya, enggak gitu. Memang dua kaki, tapi satu di Pak Prabowo, satu di Sandi," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (12/9).
Sebelumnya, Partai Demokrat memberi dispensasi kepada kader di provinsi yang mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Ketua DPP bidang Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut, ada empat provinsi yang mendukung Jokowi-Ma'ruf. Dua provinsi yang paling signifikan memberi suara kepada Jokowi adalah Papua dan Sulawesi Utara.
"Sedang kami pikirkan karena di sana kader-kader kami mayoritas menginginkan berkoalisi dengan Pak Jokowi. Tapi, secara umum dari 34 Provinsi, 23 provinsi meminta berkoalisi dengan Pak Prabowo," kata Ferdinand di Mega Kuningan Timur VII , Jakarta Selatan, Minggu (9/9/2018).
Demokrat memaklumi sikap Ketua DPD Papua Lukas Enembe yang mendukung Jokowi. Menurutnya, Lukas hanya menghargai sikap para kader Demokrat di Papua.
"Papua itu luar biasa, disana itu 92 (dukung Jokowi) melawan 8 persen, jadi kami memaklumi apa yang disampaikan Pak Lukas Enembe. Tetapi memang penyampaiannya yang mungkin terlalu bersemangat," dia menerangkan.
Baca juga:
Prabowo puji Yenny Wahid: Sangat cerdas dan berpengalaman
Prabowo akan senang jika Gatot Nurmantyo gabung lawan petahana
Soetrisno Bachir sudah melekat dengan Jokowi sejak Pilpres 2014
Isu Soetrisno Bachir dukung Jokowi, Ketum PAN bilang 'Banyak yang ngaku-ngaku nih'
Sandiaga sebut Yenny Wahid masih pikir-pikir saat ditawarkan gabung timses