Ketum PAN bantah koalisi Prabowo terkunci soal Cawapres
Ketum PAN bantah koalisi Prabowo terkunci soal Cawapres. Seperti halnya nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang belakangan muncul digadang sebagai Cawapres Prabowo, bahkan beberapa pihak mendorong sebagai Capres.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan membantah koalisi pendukung Prabowo Subianto tengah terkunci lantaran setiap mitra partai saling menyodorkan nama pendamping. Menurutnya, nama cawapres belum juga ketemu karena sampai saat ini Gerindra, PKS, dan PAN belum melakukan pertemuan besar.
"Tidak ada kunci, tidak ada gembok tidak ada. Biasa politik begitulah kan semua mau, apalagi namanya partai. Semua lah Golkar mau kadernya, PPP mau pak Romy kadernya pasti begitu. Kalau nanti duduknya bareng akan ketemu," kata Ketua MPR itu, di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Jumat (13/7).
Dia menuturkan banyak nama-nama mencuat karena masing-masing partai baru melakukan komunikasi dua arah. Seperti halnya nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang belakangan muncul digadang sebagai Cawapres Prabowo, bahkan beberapa pihak mendorong sebagai Capres.
Saat ini dukungan terhadap calon-calon yang muncul seperti Anies, baru sepihak. Zulkifli menduga setiap partai masih mendengar berbagai pertimbangan.
"Sekarang belum ketemu, kenapa karena belum bareng baru bilateral, saya ketemu PKB sudah, nanti ketemu lagi dengan Gerindra berdua aja. Jadi belum, mungkin masih call tinggi masih tunggu kabar sana kabar sini," imbuhnya.
Zulkifli belum mau menegaskan bagaimana nasib PAN apabila koalisi Gerindra tak memilih calon wakil presiden dari kader mereka. Dia menyebut semuanya bakal jelas menjelang pendaftaran. "Nanti kita lihat di injury time," ucapnya.
Baca juga:
Soal kontrak politik Demokrat, Hanura nilai SBY kehabisan jurus
Setia dukung Jokowi, Golkar klaim Airlangga tak goyah ajakan buat koalisi baru
Dua hari lalu, Megawati dan Cak Imin bertemu bahas Pilpres
Usai pencalegan, Puan Maharani dan AHY bakal bertemu
Bertemu Hasto, Agus Hermanto akui bahas dukungan Demokrat ke Jokowi
Idrus jamin Golkar tetap dukung Jokowi meski Airlangga tak jadi Cawapres