Ketum Golkar: Kritik Konstruktif Sangat Dibutuhkan Pemerintah yang Demokratis
Tetapi, kata Erlangga, kebebasan berekspresi dan berpendapat tidak boleh dilakukan dengan cara yang negatif.
Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto menilai kritik membangun sangat dibutuhkan pemerintah. Penyampaiannya juga dijamin dalam dalam konstitusi.
"Kritik konstruktif sangat dibutuhkan bagi jalannya pemerintahan yang demokratis dan dijamin dalam konstitusi kita," kata Airlangga saat memberikan sambutan dalam penutupan Rapimnas dalam akun YouTube Golkar Indonesia, Sabtu (6/3).
Tetapi, kata dia, kebebasan berekspresi dan berpendapat tidak boleh dilakukan dengan cara yang negatif. Dia mencontohkan mulai dari menggunakan isu politik identitas hingga penyebar kabar bohong yang dapat mengakibatkan perpecahan bangsa.
"Namun kebebasan berekspresi dan berpendapat tidak boleh disertai dengan penggunaan isu politik identitas, radikalisme yang berbasis pada paham keagamaan yang sempit, ujaran kebencian, penyebaran berita bohong (hoaks) yang mengandung unsur-unsur provokasi dan hasutan," bebernya.
Pernyataan Erlangga berkait dengan upaya pemerintah yang sedang melakukan evaluasi terhadap UU ITE. Peraturan itu dinilai memiliki beberapa pasal karet yang dapat mencederai masyarakat yang menyampaikan kritik.
Baca juga:
Golkar Sebut Pertemuan Airlangga-Paloh Tak Bahas Politik 2024
Airlangga Dorong Kader Golkar Siapkan Langkah Taktis Hadapi Pemilu dan Pilkada 2024
Cegah 'Angin Ribut', Airlangga Persiapkan Golkar Hadapi Pilpres 2024
Tutup Rapimnas Golkar, Airlangga Rahasiakan Strategi Pemenangan Pemilu
Rapimnas Golkar Dukung Airlangga Jadi Capres 2024
Ketum Golkar: Kritik Konstruktif Sangat Dibutuhkan Pemerintah yang Demokratis
Airlangga Ingatkan Perlunya Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Jelang Idul Fitri