Ketua GMPG: Dulu cicak vs buaya, sekarang cicak vs paus
Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia mengatakan, jika dulu KPK berhadapan dengan Polri disebut dengan kasus cicak vs buaya, kini perseteruan KPK dengan Pansus Angket ibarat cicak melawan paus.
Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia mengatakan, jika dulu KPK berhadapan dengan Polri disebut dengan kasus cicak vs buaya, kini perseteruan KPK dengan Pansus Angket ibarat cicak melawan paus.
"Sekarang ini cicak vs paus, dulu cicak dan buaya. Dan saat ini terjadi konsolidasi yang luar biasa, yang menghadapkan KPK dengan negara yang dibuat oleh pansus," kata Doli dalam diskusi 'Tolak hak angket KPK dan menyikapi proses hukum SN' di D'Hotel, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (27/9).
Dia menambahkan, dari awal pansus dibuat untuk menyelamatkan Ketua DPR Setya Novanto yang menjadi tersangka kasus proyek pengadaan e-KTP. "Pansus ini dibuat untuk Setya Novanto, bagaimana supaya ketua DPR ini selamat," cetusnya.
Politisi yang dipecat Golkar tersebut juga mengungkapkan, KPK saat ini menjadi tidak percaya diri untuk menindaklanjuti perkara Setya Novanto. Dia menganggap, KPK membiarkan Setnov menggunakan pengaruhnya karena menjabat sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar.
"Saya melihat KPK juga grogi untuk menindaklanjuti perkara Setya Novanto. KPK ini seakan-akan membiarkan Setya Novanto ini menggunakan pengaruhnya yang menjadi ketua DPR atau Golkar, akhirnya kebingungan sendiri," tuturnya.
Baca juga:
Citra DPR semakin tercoreng akibat Pansus angket KPK
Pansus Angket sebut ada pelanggaran HAM, KPK minta bukti
'Jokowi sudah beri sinyal Pansus Angket KPK mengganggunya'
'Makin ke sini tingkah Pansus Angket KPK buat geleng-geleng kepala'
Fahri Hamzah: Pansus angket DPR lebih tinggi dari KPK dan Polri