Ketika para elite politik berharap Megawati-SBY kembali akur
Dalam perayaan HUT RI di Istana, Kamis kemarin, Mega dan SBY sempat saling bersalaman. Momen foto bersama dengan Presiden Jokowi, Wapres JK dan Presiden RI ke-3 BJ Habibie juga terjadi. Selain itu, mereka juga makan siang bersama-sama.
Kehadiran Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada upacara HUT RI ke-72 di Istana Negara, Kamis (17/8) lalu, membuat sejarah baru. Sebabnya, keduanya tak pernah ada dalam waktu yang bersamaan di upacara HUT RI.
Selama SBY berkuasa 10 tahun, 2004-2014, Megawati tak pernah menghadiri upacara HUT RI di Istana. Begitu pula dengan SBY, sejak lengser digantikan Jokowi pada 2014, baru tahun ini menghadiri upacara HUT RI di Istana.
Seperti diketahui, hubungan keduanya memang kurang baik setelah SBY mundur dari posisi menteri di kabinet Megawati dan maju Pilpres pada 2004 melawan Megawati. Sejak itu hubungan keduanya dingin.
Dalam perayaan HUT RI di Istana, Kamis kemarin, Mega dan SBY sempat saling bersalaman. Momen foto bersama dengan Presiden Jokowi, Wapres JK dan Presiden RI ke-3 BJ Habibie juga terjadi. Selain itu, mereka juga makan siang bersama-sama.
Harapan pun datang dari sejumlah elite politik di tanah air terhadap Megawati dan SBY. Wapres JK mengatakan dengan berkumpulnya para mantan presiden, termasuk bertemunya Megawati dan SBY, secara otomatis akan menenangkan kondisi politik tanah air.
"Otomatis. Politik itu selalu ada perbedaan-perbedaan. (Perbedaan) Cara, Tapi tujuan tidak," katanya di gedung Nusantara IV, DPR, Jakarta, Jumat (18/8) kemarin.
Meski demikian, JK mengatakan tidak ada pembicaraan khusus dalam pertemuan tersebut, hanya sekadar ramah tamah.
"Biasa saja, ramah tamah, tidak membicarakan substansi, hanya ramah tamah," katanya.
Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai bertemunya Megawati dengan SBY memberikan sinyal positif bagi masyarakat.
"Tentu itu akan membuat sinyal positif, rakyat menjadi sejuk, aman, tentram," kata Zulkifli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.
Zulkifli mengapresiasi pertemuan antara Megawati dan SBY. Menurutnya, pertemuan itu menunjukkan meski Megawati-SBY kerap berbeda pandangan politik, bisa kembali bersatu saat HUT RI.
"Kemarin bagus. Boleh berbeda beda partai, dukungan pilkada, beda-beda pandangan politik tapi kalau soal merah putih kita satu," tegasnya.
Sekjen Partai Hanura Sarifuddin Sudding berharap pertemuan kedua ketua umum partai politik itu membawa angin sejuk pada Pilkada dan Pilpres mendatang.
"Iya supaya tidak terjadi pertentangan di masyarakat dan itu juga bisa membawa dampak psikologis terhadap masyarakat atau kader-kader partai kedua tokoh ini," katanya di Komplek Parlemen Senayan, Jumat.
Sudding menuturkan, alangkah baik jika pertemuan para mantan Presiden ini bisa dilakukan secara rutin guna membahas permasalahan negara.
"Saya kira itu sangat baik sekali ketika ada satu pertemuan per triwulan, per bulan. Saya kira itu bagus sekali kita berharap begitu. Ada Pak SBY dan Bu Mega dan lain-lain itu bagus sekali," katanya.
Harapan juga datang dari Presiden PKS Sohibul Iman. Dia menyambut baik pertemuan antara Megawati dan SBY.
Sohibul mengatakan, pertemuan Megawati-SBY bisa menjadi titik balik rekonsiliasi. Sebab, keduanya terkesan bermain 'kucing-kucingan' karena jarang bertemu bahkan dalam forum resmi kenegaraan.
"Semoga pertemuan kemarin jadi titik balik menuju 'rekonsiliasi'," katanya melalui pesan singkat.
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menyarankan agar pertemuan Megawati dan SBY ditindaklanjuti. Hal ini agar pertemuan antara Megawati dan SBY tidak dipandang hanya formalitas saja.
"Partai Golkar berpandangan bahwa komunikasi politik, silaturahmi politik adalah keniscayaan, adalah sebuah tuntutan kebutuhan bangsa kita, sehingga hal ini perlu ditindaklanjuti," kata Idrus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Dia menyarankan wujud tindaklanjut dari pertemuan Megawati-SBY bisa dilakukan dalam bentuk kegiatan dialog kebangsaan antar pimpinan partai, tokoh bangsa dan tokoh agama.
"Jadi harus ketemu, banyak bentuknya seperti dialog kebangsaan sesama pimpinan partai politik, tokoh bangsa, tokoh agama, perlu tindaklanjuti," terangnya.
Baca juga:
Saat Megawati dan SBY 'berdamai' di HUT RI ke-72
Ketua MPR sebut pertemuan Megawati-SBY buat rakyat sejuk, aman dan tentram
Luhut sebut pertemuan SBY dan Megawati baik bagi persatuan Indonesia
PKS sebut pertemuan Mega-SBY bisa jadi titik balik rekonsiliasi
Mensesneg senang upacara HUT RI pertemukan Mega-SBY di Istana