LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

'Kerja komisioner KPU seperti mahasiswa buat tugas kelompok'

"Seperti mahasiswa ngerjakan tugas kelompok, ada yang bawa gorengan, ada yang tidur-tiduran," kata Chusnul.

2014-05-21 22:02:00
KPU
Advertisement

Tidak semua anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) bekerja optimal. Mereka bekerja layaknya mahasiswa mengerjakan tugas kelompok dari dosen di kampus. Ada yang bekerja maksimal, ada yang malas-malasan.

"Tidak semua anggota KPU bekerja. Seperti mahasiswa ngerjakan tugas kelompok, ada yang bawa gorengan, ada yang tidur-tiduran, dan ada yang injury time datangnya," kata mantan anggota KPU, Chusnul Mariyah di Lembang Bandung, Rabu (20/5).

Dia mengungkapkan pengalamannya sebagai komisioner KPU 2004. Suksesnya penyelenggaraan pemilu, kata dia, tergantung kinerja KPU.

"Saya tahu karena pernah menjadi bagian KPU. Mau Bawaslunya baik setengah mati tapi KPU bobrok, ya bobrok saja," terang dia.

Di samping itu, dia mengkritik anggaran KPU yang besar. Hal itu, tak sebanding hasil yang diharapkan dari pemilu 2014. "Untuk apa kita membiayai KPU Rp 21 triliun. Kalau kinerjanya KPU seperti itu buat apa," tandas dia.

Bawaslu tak perlu

Sementara itu, Chusnul juga menilai keberadaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak penting pada ajang Pemilu.
"Saya pertama kali ini mau datang diundang Bawaslu. Menurut saya, Panwaslu saja tidak perlu apalagi Bawaslu," kata dia.

Menurutnya langkah kerja dan fungsi Bawaslu tidak jelas. Tidak ada kewenangan melakukan tindakan hukum terhadap pelanggar Pemilu. "Apa fungsi Bawaslu. Berapa pasal pidana dalam Undang-Undang yang memberi kewenangan Bawaslu," sindir dia.

Selain itu, keberadaan Bawaslu menambah banyaknya komisi-komisi di Indonesia. Sistem pengawasan kinerja Bawaslu juga tak jelas.

"Adanya Bawaslu ini menimbulkan big government. Bawaslu yang mengawasi DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) dan DKPP siapa yang ngawasi malaikat," pungkas dia.

Baca juga:
Ini taman depan KPU yang rusak terinjak massa Prabowo-Hatta
KPU prediksi jumlah pemilih pilpres 190 juta orang
Prabowo mau ganti kaca pecah di KPU, komisioner menolak
Relawan Jokowi di Bandung usul KPU potong alur rekapitulasi
Pilpres satu putaran hemat Rp 3,9 Triliun

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.