LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Kenapa SBY tak lagi bagi-bagi bola saat kampanye?

"Rumah kita adalah Demokrat, rumah kita adalah Indonesia," kata SBY.

2014-04-04 05:00:00
Pemilu 2014
Advertisement

Lagu 'Rumah Kita', 'Tendangan dari Langit' dan bola identik dengan kampanye Partai Demokrat . Pemilihan lagu itu memiliki makna sendiri sehingga selalu dinyanyikan Susilo Bambang Yudhoyono dalam kampanye terbuka.

Saat kampanye di Kemayoran, kemarin, SBY mengungkap alasan dan ide dinyanyikan dua lagu itu. "Rumah kita adalah Demokrat, rumah kita adalah Indonesia," kata SBY , Kamis (3/4).

Sedangkan untuk lagu 'Tendangan Dari Langit' itu berarti Demokrat memiliki ide, program dan kebijakan yang baik. Seluruhnya diluncurkan atau ditendang dari kader-kadernya yang duduk di kursi parlemen.

"Tendangan yang baik, meluncurkan putra-putri terbaiknya untuk jadi anggota parlemen. Siapapun yang jadi capres dan wapres, kita dukung dan kita ajak sama-sama membangun Indonesia lebih baik," tuturnya.

Namun ada yang berbeda di kampanye terakhir itu. Dalam kampanye kali ini SBY tidak membagi-bagikan bola kepada seluruh peserta. Berbeda dengan sebelumnya, di Bandung dan Palembang, saat kampanye SBY membagikan bola mengiringi lagu 'Tendangan dari Langit'.

Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat ( Bawaslu ) melihat hal itu sama dengan politik uang. Pasalnya, berdasarkan PKPU Nomor 1 Tahun 2013 pasal 16 disebutkan bahwa yang termasuk bahan kampanye adalah stiker, bloknote, pulpen, kaos dan kalender. Adapun bola tidak termasuk dalam bahan kampanye.

"Sehingga ini bisa dikategorikan dalam politik uang, membagi-bagikan yang bukan alat kampanye," kata Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Jawa Barat Yusuf Kurnia di sekretariat Bawaslu Jabar, Rabu (2/4).

Topik pilihan: KPU | DPT Pemilu | Partai Politik

Bawaslu Jabar memanggil penyelenggara dalam hal ini DPD Partai Demokrat Jabar. Diwakili Sekretaris DPD Partai Demokrat Jabar Herlas Juniar, Bawaslu menanyakan ihwal tersebut.

"Berdasarkan temuan Bawaslu Jabar, pada saat kampanye di Lapang Tegalega Bandung ada dugaan pelanggaran pemilu dalam bentuk pemberian barang berupa bola sepak," ujarnya.

Sehingga dirasa perlu untuk mengetahui apa maksud dari bagi-bagi bola berlambang Partai Demokrat bersama Ani Yudhoyono , Edhie Baskoro Yudhoyono , Dahlan Iskan dan sejumlah kader lainnya.

Lantas, apakah SBY tak lagi bagi-bagi karena takut ditegur Bawaslu?

Advertisement

Baca juga:
Kampanye di Pacitan, Ibas duet dengan Wali Band
Survei anjlok, Syarif yakin Demokrat dapat 15 persen suara
SBY berangan-angan akan naikkan gaji pegawai Rp 5 juta per bulan
Pimpin rapat umum Demokrat, SBY nyanyikan dua 'lagu wajib'
Kampanye terakhir, SBY refleksikan keberhasilan kepemimpinannya

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.