Kenangan Ma'ruf Di Pondok Pesantren Padang Pariaman
Dalam kesempatan itu, dia menceritakan bagaimana peran ulama dalam menentukan pemimpin. Dimana, para ulama memberikan solusi kepada pemerintah dengan melalui Istinbath hukum, dengan memberikan kekuasan yang disebut Waliyul Amri yang sah.
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menutup kunjungannya ke Sumatera Barat, dengan mendatangi tabligh akbar di Pondok Pesantren Nurul Yaqin di Ringan-ringan Padang Pariaman.
Didamping istrinya, Ma'ruf mengaku, mempunyai kenangan di Ponpes yang diasuh oleh Syekh Muhammad Rais itu. Dimana, satu tahun lalu, dia diberi gelar Tuanku Imam Nan Arif.
"Dulu pernah diberi gelar ini, berarti pulang kembali ke ponpes Nurul Yaqin ini," ucap Ma'ruf di lokasi, Jumat (8/2).
Dalam kesempatan itu, dia menceritakan bagaimana peran ulama dalam menentukan pemimpin. Dimana, para ulama memberikan solusi kepada pemerintah dengan melalui Istinbath hukum, dengan memberikan kekuasan yang disebut Waliyul Amri yang sah.
"Dikhawatirkan terjadi gejolak di masyarakat, dan terutama efek besar dalam menjalankan syariat agama maka ulama sepakat memberikan jabatan Waliyul Amri," ungkap Ma'ruf.
Dia menegaskan, jika tidak ada ulama, maka negara saat itu terjadi kekacauan.
"Kalau enggak ada ulama bisa geger itu, tapi ada ulama bisa menyelesaikan persoalannya," pungkasnya.
Usai acara, Ma'ruf melakukan ziarah ke makam Syekh Burhanuddin Nagari Ulakan, Kecamatan Nagari Tapakis, Kabupatennya Pariaman.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
TKN Maklumi Jokowi-Ma'ruf Kalah di Pemilih Terpelajar
Ma'ruf Amin Perhatian dengan Ekonomi: Saya Kiai Ahlinya Syariah
Didukung 10 Parpol dan Kader Partai, Ma'ruf Amin Harap Elektabilitas Makin Naik
Ma'ruf: Saya Mengajak Jangan Golput
Wali Kota Padang Panjang Optimis Jokowi-Ma'ruf Menang di Sumbar
Sosok Ma'ruf Amin di Mata Putri Bung Hatta