Keluar restoran di Gunawarman, Sekjen Gerindra bantah bertemu tokoh PAN
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani diduga melakukan pertemuan dengan Sekjen PAN Eddy Soeparno di rumah makan kawasan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis malam (2/8). Muzani keluar dari restoran sekitar pukul 21.43 WIB.
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani diduga melakukan pertemuan dengan Sekjen PAN Eddy Soeparno di rumah makan kawasan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis malam (2/8). Muzani keluar dari restoran sekitar pukul 21.43 WIB.
Namun Muzani tidak mengakui dan kaget saat ditanya wartawan apakah bertemu Eddy. Padahal, sosok Eddy Soeparno sempat terlihat di dalam restoran.
"Kok tahu, saya enggak ketemu Pak Eddy, serius," katanya di lokasi.
Muzani pun menegaskan bahwa dia menemui kawan dekatnya. Dia membantah mobil yang terparkir di restoran itu milik Eddy Soeparno.
"Saya enggak ketemu Pak Eddy. Saya ketemu kawan sendiri," ucap dia.
Mobil yang sebelumnya diyakini biasa dibawa Eddy pun keluar dari parkiran restoran, namun tak tampak kehadiran Sekjen PAN di dalam mobil.
Padahal sebelumnya, saat ditemui di kediaman Prabowo Subianto, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Muzani mengaku akan menggelar pertemuan khusus dengan tokoh PAN.
"Malam ini saya mau ketemu tokoh PAN. Saya belum nyocokin tempat dimana," kata Muzani usai keluar dari rumah Prabowo. Dia menolak memberikan informasi lebih dalam terkait tujuan pertemuan itu, Kamis (2/8).
merdeka.com pun membuntuti mobil Muzani. Dia meluncur dari rumah Prabowo ke sebuah rumah makan di bilangan Gunawarman, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan.
Belum diketahui pasti dengan siapa Muzani bertemu. Namun dari mobil yang terparkir di luar, dikenali mobil tersebut milik Sekjen PAN Eddy Soeparno.
Baca juga:
Jika tak pilih cawapres hasil Ijtima Ulama, Prabowo dinilai kecewakan umat
Ketum PAN: Cawapres itu kan hanya satu, akan dipilih oleh capres
Elite Gerindra dan mitra koalisi berkumpul di kediaman Prabowo
Golkar: Tantang ingin ganti presiden, tapi tak mampu hadirkan calonnya
PKB: Koalisi Prabowo enggak ada bentuknya sampai hari ini
Golkar yakin PKS tak mungkin abstain di Pilpres, karena ada sanksinya