LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Kekuatan modal paksa Megawati pilih Ahok di Jakarta

Kekuatan modal paksa Megawati pilih Ahok di Jakarta. Meski tak terlalu mengejutkan, pilihan PDIP mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih menyisakan pertanyaan. Publik menduga, ada peristiwa 'luar biasa' yang membuat PDIP akhirnya mendukung Ahok.

2016-09-22 04:44:00
Pilgub DKI 2017
Advertisement

Meski tak terlalu mengejutkan, pilihan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih menyisakan pertanyaan. Publik menduga, ada peristiwa 'luar biasa' yang membuat PDIP akhirnya mendukung Ahok.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Adi Prayitno menilai, ada kekuatan dahsyat yang melampaui Megawati. Karena sejauh ini, Megawati dinilai sangat sulit untuk dilampaui oleh kekuatan apapun. Apalagi, dalam banyak kasus Ahok dianggap telah melukai perasaan kader PDIP dengan sejumlah perkataan yang kontroversial seperti mahar politik yang pernah diungkap Ahok.

"Kekuatan yang melampaui Megawati itu bisa kekuasaan maupun kekuatan modal," katanya, Rabu (21/9).

Saat ini, masyarakat sudah sangat pintar menilai bahwa tak mungkin ada makan siang gratis dengan dukungan PDIP tersebut. Apalagi, sudah lama terdengar bahwa Ahok merupakan 'titipan' istana untuk Jakarta. Hal lainnya yang juga ramai dibicarakan adanya soal adanya mahar politik yang diminta PDIP.

"Namun semua itu hanya PDIP, Ahok dan Tuhan saja yang tahu persisnya seperti apa. Yang jelas, publik kian rasional," tandasnya.

Dia melihat, ada pekerjaan yang harus dilakukan Ahok. Yaitu melakukan konsolidasi politik internal partai pendukungnya. Menurutnya, bukan perkara mudah menyamakan suasana hati antar partai pendukung terutama Golkar dan PDIP.

"Dalam banyak kesempatan keduanya sering cekcok," katanya.

Ahok juga harus berkonsolidasi dengan kader-kader PDIP. Mengingat masih banyak menolak petahana tersebut. "Jangan sampai perahunya saja yang diserahkan ke Ahok, tapi kader PDIP malah memilih jalan lain," pungkasnya.

Baca juga:
Nasib Heru korban 'cinta' sesaat Ahok
Megawati pilih Ahok, SBY turun gunung
SBY: Ini Pilgub DKI serasa Pilpres ya
Spesial dari Megawati untuk Basuki
Surya Paloh: Mudah-mudahan Ahok-Djarot terpilih lagi

Advertisement
(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.