LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Kampanye Jokowi coba tiru semangat Marhaenisme dan Soekarno

Jokowi pun berusaha mencontoh ajaran Soekarno. Dia blusukan menemui rakyat kecil di daerah.

2014-04-02 05:01:00
Capres Jokowi
Advertisement

Bakal calon Presiden RI dari PDI Perjuangan Joko Widodo memulai kampanye untuk partainya. Jokowi berusaha menggaet kader akar rumput PDIP yang erat kaitannya dengan trah Soekarno.

Jokowi pun berusaha mencontoh ajaran Soekarno. Dia blusukan menemui rakyat kecil di daerah.

Apa yang dilakukan Jokowi mengingatkan langkah Soekarno di awal pencarian politiknya. Dari blusukan itu pula Soekarno menciptakan ideologi Marhaenisme. Dia menemui seorang petani yang sedang bekerja di sawah, namanya Marhaen. Soekarno terinspirasi pengakuan petani itu.

"Seorang Marhaen adalah orang yang memiliki alat-alat yang sedikit, orang kecil dengan milik kecil, dengan alat-alat kecil, sekadar cukup untuk dirinya sendiri. Bangsa kita yang puluhan juta jiwa, yang sudah dimelaratkan, bekerja bukan untuk orang lain dan tidak ada orang bekerja untuk dia. Tidak ada pengisapan tenaga seorang oleh orang lain. Marhaenisme adalah Sosialisme Indonesia dalam praktik," kata Soekarno.

Kini Jokowi berusaha meniru Soekarno. Berikut langkah Jokowi mencoba meneladani Soekarno, berharap bisa jadi presiden seperti Soekarno.

Baca juga:
Jokowi letakkan baru pertama pembangunan RSUD Pasar Minggu
Pengamat: Berbahaya kalau media ikut puja-puji Jokowi
Tren demo Jokowi pakai tiket
Pasang surut hubungan Mega-Prabowo
Foto salaman Jokowi nunduk depan Priyo heboh di dunia maya

Advertisement

Kunjungi rumah kawan politik Soekarno

Jokowi mengunjungi rumah almarhum Radjiman Widyodiningrat. Menurut Jokowi, Radjiman adalah mentor dari presiden pertama Indonesia Soekarno.

Selain itu Jokowi bangga bisa ke rumah itu karena Radjiman juga Ketua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dan juga bendahara dari Pakubuwono X.

"Dia (Radjiman) mentor politik Soekarno. Di rumah ini Radjiman menulis kesaksian sejarah dengan nama dokumen: Bung Karno adalah Satu-satunya yang memberikan jawaban langsung soal pernyataan-pernyataan Radjiman terkait dasar negara apa yang akan mendasari Indonesia," ujar Jokowi di Desa Kauman, Widodaren, Ngawi, Jawa Timur, Senin (31/3).

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga mengingatkan bagaimana Soekarno memberikan perlakuan khusus kepada Radjiman. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada warga untuk tidak melupakan sejarah.

"Bung Karno selalu menyediakan kereta api khusus buat Radjiman, acap kali sering ditandu. Indonesia harus kembali pada jejak sejarahnya, Jokowi sebagai capres mengharapkan semua warga untuk jangan sekali-kali meninggalkan sejarah," tutupnya.

Ingin terapkan Marhaen untuk petani

Jokowi menyempatkan berbincang dengan para petani di pematang sawah di Desa Kauman, Ngawi, Jawa Timur. Jokowi juga mengunjungi pengrajin anyaman bambu di Magetan, Jawa Timur.

Jokowi mengatakan, apa yang dilakukan itu adalah bentuk penerapan ideologi Marhaen (Marhaenisme) Bung Karno. Karena masih aja jurang antara kesenjangan sosial antara yang kaya dan miskin.

"Ya memang kan di sekitar Hutan Jati tadi ada gap (batasan) antara kaya dan miskin sangat lebar sekali," ujarnya usai pembekalan saksi PDIP di Gazibu Swadaya, Pacitan, Jawa Timur, Senin (31/3).

Maka, Jokowi yang mengakui Bung Karno sebagai mentornya menyetujui jika petani seharusnya diberikan perhatian lebih agar batasan antara kaya dan miskin tersebut tidak terus melebar.

"Itulah pentingnya seorang pemimpin memiliki ideologi, memegang nilai dan memegang prinsip," ungkapnya.

Advertisement

Buku Soekarno sebagai mentor politik

Jokowi mengungkapkan, dirinya sering main ke sawah hingga usianya genap 16 tahun. Karena rumahnya yang berada di Solo dulu bukan berada di kawasan kota, melainkan pedesaan.

"Saya tiap hari ke sawah sampai usia 16 tahun. Dulu saya tinggal di ndeso, Solo," ujarnya di persawahan di Desa Kauman, Ngawi, Senin (31/3).

Selain itu, Jokowi mengungkapkan siapa mentornya dalam politik dan kebangsaan. Baginya ada tiga mentor, pertama adalah buku-buku karya Soekarno, kedua adalah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan terakhir rakyat.

"Mentor politik saya Bung Karno lewat bukunya, Megawati dan rakyat," jelasnya.

Mengingat Pancasila dan Soekarno

Dalam hari pertama kampanye, Jokowi singgah di Gedung Pancasila, Pejambon, Jakarta Pusat. Dulu Gedung ini adalah gedung parlemen saat Indonesia baru merdeka. Kini gedung ini digunakan sebagai kantor Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Di tempat bersejarah ini Jokowi membacakan teks Pancasila. Dia mengenang saat Soekarno membacakan pidato bersejarah tanggal 1 Juni 1945 di depan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI). Pidato ini kelak dikenal dengan nama Pidato Pancasila.

Soekarno berpidato tanpa teks. Dia menyampaikan gagasan soal Pancasila sebagai suatu dasar negara. BPUPKI menerima pidato Soekarno ini secara aklamasi.

"Merdeka, merdeka, merdeka. Di sinilah Bung karno membacakan pidato Pancasila," ujar Jokowi di depan pagar gedung Pancasila, Minggu (16/3).

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.