Kalau mau nyapres, Ahok diminta tunggu setelah 2014
Rekam jejak Ahok sebagai pejabat yang bersih, layak untuk menjadi pemimpin nasional.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapatkan pujian layak jadi pemimpin nasional. Sebab, Ahok dinilai sebagai pejabat yang konsen dalam pemberantasan korupsi dan melakukan reformasi birokrasi.
"Ya saya kira layak lah jadi pemimpin nasional untuk 2014. Karena, Pak Ahok kan konsen terhadap pemberantasan korupsi," ujar Wakil Ketua PPATK, Agus Santoso di acara Bung Hatta Anticorruption Award di Jakarta, Kamis (31/10).
Namun, menurut dia, sekali lagi pilihan ada di masyarakat. Sehingga masyarakat harus cerdas dalam memilih pemimpin.
"Karena tingkat keterpurukan ekonomi negara kita yang tingkat kemiskinan tinggi, walaupun pertumbuhan ekonomi kita 6,2 persen. Kalau enggak ada korupsi, mungkin pertumbuhan ekonomi kita bisa 9 persen, bahkan bisa dua digit," jelasnya.
Hal senada juga dikatakan oleh mantan Menteri BUMN, Sofyan Djalil yang juga hadir dalam acara tersebut. Dia mengaku Ahok layak naik level sebab latar belakang sebagai pejabat negara dengan rekam jejak bersih.
"Ya layak, tapi konsen dulu benahi Jakarta selama lima tahun. Lain cerita kalau Jokowi. Jadi enggak usah lah sama-sama maju bareng," ucap Sofyan.
Menteri era kepemimpinan SBY periode pertama ini mengaku Jokowi-Ahok pasangan yang serasi. Sebab, pemimpin ini mau bekerja serius membenahi Jakarta dibanding periode sebelumnya.
Tetapi, untuk diduetkan di Pilpres 2014, Sofyan menentangnya. "Ya cocok, tapi jangan maju dua-duanya lah. Kalau Jokowi maju sendiri enggak apa-apa," tegasnya.
Baca juga:
Takut warga Jakarta marah, Ahok tak mau jadi cawapres Jokowi
Jokowi dan Putri Bung Hatta kompak dukung Ahok jadi capres
Politikus senior PDIP: Puan tak cocok jadi presiden
Mubarok menilai 11 capres Demokrat tak berkualitas
Akbar minta JK sowan ke sesepuh Golkar sebelum nyapres lewat PKB