Kalah di Tanah Kelahiran, Ma'ruf Bilang 'Yang Penting Suara Nasional'
Ma'ruf Amin memilih irit bicara menanggapi kekalahannya di kampung halamannya sendiri. Baginya, yang terpenting adalah perolehan suara secara keseluruhan.
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin harus menelan pil pahit lantaran kalah dari pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Banten. Padahal, Banten adalah tanah kelahiran cawapres 01, Ma'ruf Amin.
Ma'ruf memilih irit bicara menanggapi kekalahannya di kampung halamannya sendiri. Baginya, yang terpenting adalah perolehan suara secara keseluruhan.
"Enggak apa-apa daerah-daerah, tapi yang penting nasionalnya saja," ucap Ma'ruf usai berbuka puasa di Posko Cemara bersama para elit Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf.
Menurutnya, banyak faktor yang mengakibatkan suaranya meredup. Namun dia tidak menyebutkan faktor yang dimaksud. "Ya banyak faktor tentunya. Lebih banyak faktor lah," jelas Ma'ruf.
Bagi Ma'ruf, perolehan suara tingkat nasional jauh lebih penting ketimbang hasil yang diperoleh di masing-masing daerah.
"Jadi kita jangan bicara daerah, bicara nasional saja. Kalau nasionalnya, alhamdulillah," ucapnya.
Untuk diketahui, dalam pleno rekapitulasi suara Pemilu tingkat nasional, pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf mendapat 2.537.524 suara di Provinsi Banten. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga meraih 4.059.514 suara. Jokowi kalah dengan selisih 1.521.990 suara.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Baca juga:
Jika Jadi Wapres, Ma'ruf Amin Pastikan Anaknya Tak Masuk Kabinet
Maruf Amin: Menolak Pilpres Tapi Menerima Pileg Aneh
Sandiaga Ingin Buka Puasa Bersama Ma'ruf Amin
Ma'ruf Amin Serukan Dewasa Berdemokrasi: Jangan Kalah Pemilu Lalu People Power
Hadiri Syukuran Kemenangan, Ma'ruf Amin Minta Masyarakat Jaga Emosi di Bulan Puasa