LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Kader PPP minta Suryadharma islah dengan kubu Emron

SDA diminta segera menanggalkan jabatannya melalui muktamar yang digelar secara sah.

2014-09-27 13:50:39
Kisruh PPP
Advertisement

Majelis Syariah DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menginstruksikan kubu Emron Pangkapi dan kubu Suryadharma Ali (SDA) segera islah dan menggelar muktamar. Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti Mahkamah PPP.

Dalam rapat khusus pada, Rabu (24/9) lalu, Mahkamah PPP mengeluarkan putusan sela. Salah satunya menyatakan kepengurusan DPP PPP dikembalikan pada hasil Muktamar VII, Bandung, Jawa Barat 2011.

Namun, Suryadharma Ali mengabaikan keputusan tersebut. Sikap SDA tersebut disayangkan oleh kader di daerah karena dianggap tidak menyelesaikan masalah.

Ketua DPC PPP Kabupaten Pasuruan Agus Asy'ari mengatakan, seluruh kader tanpa kecuali harus tunduk pada AD/ART partai. Sebab, fatwa Majelis Syariah yang kemudian ditindaklanjuti menjadi putusan Mahkamah Partai mengikat semua kader.

"Kami di DPC-DPC menginginkan kedua pihak untuk islah demi kemaslahatan partai. Fatwa Majelis Syariah dan putusan Mahkamah Partai harus kita patuhi," kata Agus Asy'ari, Sabtu (27/9).

Agus berharap kedua kubu tidak bersikeras dengan pendapatnya karena hal itu akan semakin memperkeruh suasana. Dia mengungkapkan kalaupun ada muktamar digelar sebelum ada islah maka akan berbuntut panjang dan melelahkan.

"Kalau saya baca perkembangan, Mas Romy (Sekjen PPP) sudah mau menerima putusan Mahkamah Partai, ini kan berarti ada kemajuan, tinggal kita minta kerelaan Pak SDA," ujar Agus.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPC PPP Batang Suyono. Dia mengaku sejak Mukerwil PPP Jawa Tengah sudah menyarankan kedua kubu islah dan menggelar muktamar bareng.

"Saat itu ada KH Maimun Zubair dan prioritas utama islah, sehingga tidak ada dua muktamar nantinya," ujarnya.

Menurutnya, status SDA sebagai tersangka kasus dugaan korupsi menjadi pukulan telak bagi PPP. Karena itu, pihaknya sepakat jika SDA segera menanggalkan jabatannya melalui muktamar yang digelar secara sah.

"Sebaiknya tidak saling ngotot, patuhi saja fatwa Majelis Syariah dan putusan Mahkamah Partai. Saya optimis masih ada waktu untuk islah, kalau tidak ya DPP di luar SDA dan Emron yang menggelar muktamar. Karena DPP itu tidak hanya pengurus harian," urainya.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.