Kader PDIP: Gerindra tidak boleh layu sebelum berkembang
Kata Fahmi, "Apa artinya memperdebatkan pencapresan jika hasil pileg dicurangi dan Gerindra tidak lolos threshold 2014?"
Intelektual muda PDI Perjuangan Fahmi Habcy mengajak Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon untuk bersajak dan berteriak tentang runtuhnya demokrasi jika praktik-praktik kecurangan timbul dalam Pemilu 2014.
"Energi besar Bung Fadli dan Mas Prabowo akan menjadi signifikan jika bisa bersama-sama PDI Perjuangan menjaga dan mengingatkan penyelenggara pemilu dan seluruh elemen bangsa untuk menjaga pelaksanaan pileg dan pilpres Luber dan Jurdil," kata Fahmi di Depok, seperti diberitakan Antara, Rabu (2/4).
Ia mengatakan, "apalah artinya memperdebatkan pencapresan jika hasil pileg dicurangi dan Gerindra tidak lolos threshold 2014? Bagaimana bangsa ini serta parpol-parpol termasuk Gerindra mempersiapkan diri segala kemungkinan potensi kecurangan pileg dan pilpres?"
Fahmi mengingatkan agar publik dan elite partai politik lainnya fokus pada agenda-agenda menghadapi kecurangan pemilu yang sudah di depan mata, di tengah rekam jejak Pileg dan Pilpres 2009 yang masih kelabu.
"Gerindra sebagai partai yang baru memulai perjuangannya pada Pemilu 2009, adalah aset bangsa dan 'tidak boleh layu sebelum berkembang' karena praktik-praktik kecurangan pemilu. Tentu sebagai partai politik sejatinya adalah alat perjuangan rakyat untuk memastikan proses demokrasi berjalan sehat," ujar Fahmi.
Fahmi mengingatkan apakah Gerindra dan parpol-parpol lain sudah siap menghadapi "operasi hiu, gurita dan paus demokrasi" dalam "samudera pileg dan pilpres" yang menekan para ketua KPUD di daerah. Lalu sejauhmana keyakinan soal netralitas tempat tabulasi nasional serta potensi penyalahgunaan IT pileg dan pilpres yang belum pernah diaudit sejak 2009.
PDI Perjuangan, Fahmi melanjutkan, siap membuka diri dan bekerja sama untuk mendiskusikan dan mensinergikan bersama Gerindra ataupun parpol lainnya untuk mengantisipasi segala kemungkinan potensi kecurangan pileg dan pilpres nanti.
Baca juga:
Ini puisi balasan kader PDIP 'Pemimpin Tanpa Kuda'
Pengamat: Berbahaya kalau media ikut puja-puji Jokowi
Ini cara Prabowo dan Fadli Zon serang Jokowi dan Mega
Tren demo Jokowi pakai tiket
Pasang surut hubungan Mega-Prabowo