Jokowi telepon Duterte soal bantuan pasukan berantas ISIS di Marawi
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, Duterte memberi lampu hijau bahwa mereka membutuhkan bantuan militer dari Indonesia. Bantuan militer Indonesia dipandang penting guna menyelesaikan konflik di Marawi, Filipina.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkap, pada Rabu (21/6) malam Presiden Filipina Rodrigo Duterte berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo melalui telepon. Namun Pramono enggan membeberkan apa saja yang dibahas keduanya.
"Ada pembicaraan antara Presiden Jokowi dengan Presiden Duterte semalam," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/6).
Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, Duterte memberi lampu hijau bahwa mereka membutuhkan bantuan militer dari Indonesia. Bantuan militer Indonesia dipandang penting guna menyelesaikan konflik di Marawi, Filipina.
"Presiden Duterte pun memberikan lampu hijau untuk mendapatkan bantuan dari negara lain. Tapi tentu ada mekanismenya kan," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku siap memberikan bantuan kepada Filipina. Namun, bantuan itu bisa diberikan ketika sudah mendapat keputusan kongres Filipina.
"Kalau Presiden Jokowi boleh (berikan bantuan) berarti Presiden Filipina boleh. Tapi kan enggak gampang sih itu kan perlu atas nama rakyat sana (Filipina), (berdasarkan) kongres," ujar Ryamizard.
Baca juga:
Filipina darurat militer, pertemuan tiga Menhan digelar di Manila
Filipina khawatir tak bisa bebaskan Marawi pada Idul Fitri
Mengantisipasi ISIS di Filipina menyusup ke Indonesia & Australia
Ini strategi Panglima Gatot cegah ISIS di Marawi masuk ke Indonesia
Pimpinan ISIS Filipina nikahi warga Bekasi & sempat tinggal 2 tahun
Panglima TNI tutup akses ISIS di Marawi masuk ke Indonesia