LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Jokowi: Saya Melihat Pak Prabowo Tak Percaya kepada TNI Kita

Prabowo Singgung 'Asal Bapak Senang', Jokowi Sindir Seolah Tak Percaya TNI. Menanggapi pernyataan Prabowo, Jokowi menjawab santai. Bahkan Jokowi menilai dengan pernyataannya itu malah Prabowo tidak percaya kepada TNI.

2019-03-30 21:35:00
Presiden Jokowi
Advertisement

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyinggung soal anggaran pertahanan dalam APBN. Menurut Prabowo, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) di-briefing kurang tepat lantaran hanya 5 persen dari APBN Indonesia atau 0,8 persen dari Gross Domestic Product (GDP) untuk pertahanan.

Prabowo pun membandingkan dengan Singapura. Menurut Prabowo, Singapura menganggarkan 30 persen atau 3 persen dari GDP untuk pertahanan.

"Saya pengalaman di tentara, budaya ABS (asal bapak senang) banyak. Ketemu Panglima siap pak, aman pak, terkendali pak, radar cukup pak. (itu semua) Pak tidak benar pak (Jokowi). Jadi itu saja Pak (Jokowi). Saya tidak salahkan Bapak (Jokowi). Ini budaya Indonesia ya itu ABS. Mohon kita kaji pertahanan sangat penting," kata Prabowo di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (30/3).

Advertisement

Menanggapi pernyataan Prabowo, Jokowi menjawab santai. Bahkan Jokowi menilai dengan pernyataannya itu malah Prabowo seolah tidak percaya kepada TNI.

"Saya melihat Pak Prabowo tak percaya pada TNI kita. Saya yang sipil saja sangat percaya kepada TNI yang kita miliki," katanya.

Jokowi melanjutkan, seperti yang dia lihat di Natuna melihat sendiri dibangun pangkalan militer. Kemudian di Sorong juga dibangun. "Saya cek ada benar barangnya," tuturnya.

Advertisement

Namun yang paling penting, lanjut Jokowi, karena masih kurangnya anggaran pertahanan, maka membuat investasi di bidang alutsista atau tidak belanja. Menurutnya, setiap anggaran di Kemenhan dibangun untuk industri alutsista seperti tank.

"Tank Harimau, Kapal Selam hasil kerja sama yang diberi nama Dadali. Investasi pertahanan terus dilakukan," tuturnya.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.