Jokowi minta dukungan ulama Jawa Barat untuk maju Pilpres
Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan ulama Jawa Barat dilakukan di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (10/4). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyinggung soal Pemilihan Presiden 2019.
Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan ulama Jawa Barat dilakukan di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (10/4). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyinggung soal Pemilihan Presiden 2019.
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hamidiyah Depok, Zainuddin Maksum Ali mengatakan Jokowi menyampaikan niatannya untuk maju kembali sebagai Capres 2019. Namun, Jokowi mengaku tak berambisi untuk menduduki posisi nomor satu di Tanah Air.
"Kalau saya tak dikasih (kesempatan jadi) presiden tak masalah, kalau pun jadi saya sanggup, kalau tidak, itu kehendak Allah. Andai ulama dukung saya, saya siap, tapi saya tak ambisi jadi presiden" kata Zainuddin meniru ucapan Jokowi.
Jokowi juga mengatakan kepadanya tak berlatar belakang tokoh nasional. Jenjang kariernya dimulai dari bawah yakni Wali Kota Solo, Jawa Tengah. Oleh karena itu, tampuk kepemimpinan saat ini bergantung pada dukungan masyarakat dan ulama. Jika ulama berpandangan masa kepemimpinannya cukup satu periode, Jokowi mengaku siap menerima keputusan itu.
Jokowi kemudian menyampaikan permohonan maaf apabila program yang dijalankan selama ini tidak sesuai dengan keinginan ulama. Terutama soal kebijakan pembangunan yang diprioritaskan di Timur Indonesia atau Jawa Sentris.
"Maka beliau meminta saran ulama agar program ke depan bisa sinergi dengan semua komponen," jelasnya.
Menurut Rais Syuriah NU Kota Depok ini, para ulama menyambut baik pernyataan Kepala Negara. Mereka bahkan menyatakan siap mendukung Jokowi maju kembali sebagai Capres di 2019.
"Ulama sampaikan, kalau bapak nyalon kami siap dengan pesantren, dengan santri kami," ujarnya.
Zainuddin menyebut, Jokowi sangat berjasa bagi pesantren dan para santri. Sebab, di bawah kepemimpinan Jokowi, Hari Santri Nasional dikukuhkan. Tak hanya itu saja, Jokowi sudah mendorong pemberdayaan pesantren.
"Selama Indonesia merdeka baru kali ini ada Hari Santri. Bahkan ada program berdayakan ekonomi pesantren. Ada koidah pesantren menetapkan sesuatu yang sudah pasti. Ini kan nyata. Karena itu kami 100% dukung beliau andaikata mau nyalon," ujarnya.
Baca juga:
Tanggapi KPU, PKS sebut Jokowi pernah ke Singapura naik pesawat komersial
PKS sebut hak Prabowo bertemu siapapun, termasuk Puan Maharani
Pesawat presiden untuk capres petahana, Fadli Zon ingatkan Jokowi naik kelas ekonomi
Sambangi PKB, Sekjen PDIP bakal bahas Pilpres & Pilkada Jatim dengan Cak Imin
Sekjen PDIP sebut Cak Imin sudah seperti anak Megawati