Jokowi-Ma'ruf Masih Harus Kerja Keras di Jabar dan Sumatera
Daniel mengatakan, suara pemilih di Jawa secara garis besar cukup aman. Cuma tinggal daerah Jawa Barat yang masih menjadi pekerjaan rumah Jokowi dan timsesnya. Serta, dia mengakui pulau Sumatera perlu kerja ekstra.
Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan percaya elektabilitas capres petahana Joko Widodo bakal terus meningkat sampai di angka 60 persen. Meski beberapa lembaga survei menyebut elektabilitas stagnan di angka 50 persen.
Menurutnya, Jokowi memiliki basis-basis suara yang cukup kuat. Seperti di Jawa Tengah yang dinilai tak akan terganggu meski kubu Prabowo Subianto bakal memindahkan markas pemenangan.
"Nanti akan menguat bisa ke 60 persen, kita cukup meyakini pada akhirnya Pak Jokowi akan memenangkan 60 persen lebih," kata Daniel di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (11/12).
Daniel mengatakan, suara pemilih di Jawa secara garis besar cukup aman. Cuma tinggal daerah Jawa Barat yang masih menjadi pekerjaan rumah Jokowi dan timsesnya. Serta, dia mengakui pulau Sumatera perlu kerja ekstra.
"Tinggal memang kita akan lebih semangat lagi, lebih keras lagi, untuk terjun ke masyarakat, lebih intensif untuk Jabar dan Sumatera," tuturnya.
Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga mengklaim elektabilitas Prabowo mulai mengejar. Menurut Jubir Prabowo-Sandiaga Andre Rosiade selisih dengan petahana tinggal empat persen.
Hal itu dibantah Jubir Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga. Berdasarkan survei internal mereka, Jokowi dan Prabowo terpaut jauh. Jokowi masih menjadi calon kuat.
"Yang pasti jauh selisih antara Jokowi dan Prabowo," kata Arya saat dihubungi merdeka.com, Senin (10/12).
Baca juga:
Prabowo-Sandi Soroti 'Benang Kusut' Daftar Pemilih Tetap Pilpres 2019
Fadli Zon: Di Era Medsos, Tidak Ada Monopoli Kebenaran dan Pencitraan
Cawapres Ma'ruf Amin Sempatkan Baca Koran Tiap Pagi Sebelum Beraktivitas
Minta Maaf Pernah Ikut Sebarkan Isu Jokowi PKI, La Nyalla Keliling Jatim 'Tebus Dosa'
Ganjar Tak Mau Sepelekan Niat Prabowo-Sandi Gempur Jawa Tengah
Prabowo Kecam Wartawan, Ketua Dewan Pers Ingatkan 'Media Tidak Bisa Diintervensi'
La Nyalla: Orang Madura Dulu Milih Prabowo Karena Dikira Pak Jokowi PKI