LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Jokowi: H itu haji, bukan Herbertus

Jokowi awalnya enggan menanggapi serangan kampanye hitam yang ditujukan kepada dirinya.

2014-05-28 09:12:46
Jokowi-JK
Advertisement

Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklarifikasi kampanye hitam yang menyerangnya, baik melalui media massa maupun media sosial. Jokowi yang awalnya enggan menanggapi kampanye hitam itu, menjelaskan soal inisial 'H' yang berada di depan namanya.

"H itu haji, bukan Herbertus," kata Jokowi di arena Rakernas Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (27/5) malam.

Gubernur DKI itu pun juga menyebutkan telah beberapa kali pergi ke Tanah Suci untuk melaksanakan umrah bersama istrinya.

"Ini bukan riya' (sombong). Ini penting bagi saya untuk dijelaskan," kata Jokowi dalam acara yang juga dihadiri Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf dan mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab itu.

Jokowi mengungkapkan bahwa sebenarnya ia tidak begitu berminat menanggapi kampanye hitam yang menyerangnya, namun beberapa pihak menyarankan perlunya klarifikasi agar tidak dianggap sebagai kebenaran.

Isu lain yang juga diklarifikasi Jokowi adalah soal penghapusan tunjangan sertifikasi guru apabila dia terpilih menjadi presiden.

"Ngapain dihapus, malah ditambah. Pendidikan bagi negara manapun adalah program prioritas," katanya seperti dikutip Antara.

Secara terpisah Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa yang juga salah satu juru bicara Capres Jokowi membenarkan pengakuan mantan Wali Kota Solo itu yang semula enggan menanggapi kampanye hitam.

Menurut Khofifah, Jokowi perlu sedikit didesak sebelum akhirnya setuju untuk tidak tinggal diam terhadap berbagai kampanye hitam itu.

"Karena kalau didiamkan, kampanye hitam yang sama sekali tidak benar itu lama-lama akan dianggap benar, bahkan menjadi pembenaran," kata Khofifah.

Baca juga:
Pengamat: Jokowi punya banyak perbedaan dengan SBY
Jokowi tegaskan belum bahas pembagian jatah menteri
8 tahun tragedi lumpur Lapindo, Jokowi gelar kontrak politik
Jokowi akan perjuangkan pendidikan eksploratif dan kreatif
JK: Saya cepat, tapi Jokowi lebih cepat

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.