Jokowi bakal rutin evaluasi menteri dan diberi target kerja
Jokowi bakal memberi tugas yang berat dan target yang maksimal kepada para menterinya.
Joko Widodo (Jokowi) akan dilantik oleh MPR sebagai presiden bersama Jusuf Kalla (JK) sebagai wakil presiden 2014-2019, Senin (20/10). Selepas pelantikan, pemerintah akan segera mengumumkan susunan kabinet baru.
Sebagai ujung tombak pemerintahan, susunan dan figur-figur menteri baru secara langsung turut menentukan keberhasilan Jokowi-JK. Publik pun berharap banyak kepada kabinet yang bakal dipimpin Jokowi-JK itu.
"Jangan harap mereka yang dipilih akan bisa menikmati jabatannya sebagai menteri karena Jokowi memberi tugas yang berat dan target maksimal," tegas penulis buku 'Solusi Jokowi', Michael Umbas kepada wartawan di Jakarta, Minggu (19/10).
Proses rekrutmen atau seleksi menteri Kabinet Trisaksi ini dikupas dalam buku 'Solusi Jokowi' yang diluncurkan Jumat (17/10) lalu. Pada prinsipnya Jokowi menginginkan kabinet yang lebih bersifat operasional. Maksudnya, menteri-menteri baru harus cepat beradaptasi dengan lingkungan baru dan langsung bekerja.
"Kalau di swasta menggunakan key performance indicator demikian juga dengan Jokowi akan memberi target kerja kepada menterinya," kata dia.
Umbas menjelaskan bagaimana Jokowi akan rutin mengevaluasi kinerja menterinya. Mereka yang bekerja tidak mampu dan tidak sesuai harapan rakyat, dengan tolak ukur yang telah ditetapkan, dipastikan akan di-reshuffle.
Hal ini, menurut Umbas yang sebelumnya masuk dalam Kelompok Kerja Tim Transisi Bidang Komunikasi Politik, dilakukan karena Jokowi-JK sejak awal berkomitmen akan bekerja sekuat tenaga menjadi pelayan rakyat dan menjalankan amanat konstitusi.(mdk/dan)