LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

JK sebagai figur Cawapres kuat, tapi Capres lemah

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha menilai, figur Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) lemah jika maju sebagai calon presiden di 2019. Survei menunjukkan mantan Ketum Golkar itu elektabilitasnya kuat hanya sebagai cawapres.

2018-06-24 03:03:00
Pilpres 2019
Advertisement

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha menilai, figur Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) lemah jika maju sebagai calon presiden di 2019. Survei menunjukkan mantan Ketum Golkar itu elektabilitasnya kuat hanya sebagai cawapres.

Dalam survei Poltracking bulan Februari, Jusuf Kalla menempati posisi teratas sebagai cawapres dengan elektabilitas 15 persen. Survei lain, Litbang Kompas misalnya, elektabilitas Jusuf Kalla juga teratas sebagai cawapres Joko Widodo di angka 15,7 persen.

"Pak JK sebagai cawapres adalah figur yang paling kuat. Sebagai capres kayaknya lemah. Sebagai cawapres karena kalau dari elektabilitasnya beliau itu berkisar melampaui nama-nama lain," kata Hanta di Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6).

Advertisement

Namun penilaiannya itu pun bisa saja berubah mengingat waktu menuju Pilpres 2019 masih cukup jauh. Hanta menilai, hasil survei nanti bisa saja berubah jika mantan ketua Dewan Masjid itu berpasangan dengan tokoh yang tepat.

"Cuma ada masih ada waktu 9 bulan ya. Masih mungkin dong melakukan itu buat berpasangan dengan orang lain," kata Hanta.

Diberitakan sebelumnya, Partai Demokrat mempertimbangkan nama Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk bisa diusung jadi Calon Presiden (Capres) 2019. Nama JK juga sudah mulai dibicarakan dengan beberapa tokoh Partai Golkar.

Advertisement

"Ada suara-suara kader yang mengusulkan nama Pak JK berpasangan dengan AHY," kata Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean saat dihubungi merdeka.com, Jumat (22/6).

Baca juga:
Gerindra: Pak Prabowo butuh dukungan rakyat bukan dukungan cukong
Golkar soal Gerindra galang dana: Sabar Pak Prabowo, tahapan Pilpres belum mulai
Hanura sebut rakyat tahu Prabowo kaya, galang dana tak efektif
Sekjen Gerindra: Sumber dana kami terbatas
PKS: Pak Prabowo sedang jujur tidak punya uang
Ketum PAN nilai JK pantas jadi Capres di Pemilu 2019
PKS sebut ide Prabowo galang dana kreatif dan bisa gaet generasi milenial

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.