JK: Jenderal Gatot dilantik Panglima TNI setelah Moeldoko pensiun
"Beliau (Moeldoko) kan pensiunnya akhir bulan ini. Tentu setelah ini," kata dia.
Rapat paripurna DPR mengesahkan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI terpilih. Keputusan ini diambil setelah Komisi I DPR melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Gatot selama kurang lebih enam jam.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pelantikan Gatot Nurmantyo dilakukan segera setelah Panglima TNI Jenderal Moeldoko resmi pensiun.
"Iya pada nanti kan setelah masa pensiun daripada Pak Jenderal Moeldoko baru (dilantik)," kata Jusuf Kalla di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (3/7).
JK mengatakan, Jenderal Moeldoko akan pensiun akhir bulan ini. Maka, Panglima TNI yang baru, Gatot Nurmantyo harus segera dilantik.
"Beliau (Moeldoko) kan pensiunnya akhir bulan ini. Tentu setelah ini. Begitu beliau (Moeldoko) pensiun harus diganti," tutup JK.
Diketahui, rapat paripurna DPR mengesahkan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo. Gatot menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Moeldoko yang memasuki masa pensiun.
Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan pihaknya sudah menyelenggarakan uji kelayakan terhadap Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI. Pihaknya menyetujui pemberhentian Jenderal TNI Moeldoko sebagai Panglima TNI.
"Dalam hal ini, Komisi I DPR memberikan apresiasi atas capaian-capaian dan penilaian positif terhadap kinerja Panglima TNI. Menyetujui pengangkatan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI," ujar Mahfudz saat membacakan laporan dalam rapat Paripurna di Gedung DPR, Jakarta.
Baca juga:
Disetujui DPR jadi Panglima TNI, Jenderal Gatot lapor Jokowi
100 Hari kerja, Jenderal Gatot evaluasi Rapim TNI
Selain Gatot & Sutiyoso, Paripurna DPR sahkan enam calon hakim agung
Rapat paripurna, DPR sahkan Jenderal Gatot sebagai Panglima TNI