LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Jempol Bupati Lamongan di Konsolidasi PDIP

Setelah acara selesai, baik Fadeli maupun Hasto berfoto bersama ratusan kader PDIP Lamongan. Fadeli mengacungkan jempol saat berpose. Saat dikonfirmasi ke Fadeli, dia hanya menjawab Jokowi adalah pimpinannya.

2018-11-18 16:26:00
Pilpres 2019
Advertisement

Bupati Lamongan Fadeli terlihat hadir dalam rapat konsolidasi DPP PDIP dengan DPC PDIP Lamongan untuk pemenangan Pemilu 2019. Salah satu agendanya instruksi memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di kontestasi Pilpres 2019.

Fadeli bukanlah politisi dari partai manapun. Namun, kesuksesannya memimpin Lamongan, karena diusung Partai Demokrat. Bukan hanya itu saja, mayoritas keluarganya juga merupakan kader partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bukan hanya hadir, dia sempat memberikan sambutan dan memekikkan kata Merdeka sebelum memulai pidato. Yang menarik, dalam pidatonya menyinggung untuk tak mempermasalahkan impor beras, yang disebutnya hanya sedikit. Isu impor acap kali dimainkan kubu capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga yang didukung secara formal oleh Demokrat.

Advertisement

"Lamongan ini menjadi sumber pendapatan padi terbesar, menjadi lumbung pangan Jatim. Kalau secara nasional pada bulan kemarin, penghasilan padi gabah kering itu 50 juta ton. Itu 1 jutanya berasal dari Kabupaten Lamongan. Coba hitung berapa persen itu dari 500 Kabupaten Kota, bisa menyumbang 1 juta ton dari gabah kering giling nasional, 50 Juta. Makanya jangan ribut-ribut impor beras. Impor beras enggak sampai 1 juta. Lamongan saja hasilnya 1 juta, luar biasa," ucap Fadeli di Lamongan, Jawa Timur, Minggu (18/11).

Mendengar gaya seperti itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menggodanya. Hal itu disampaikannya dalam sambutan.

"Kemudian yang sangat saya hormati, yang pekik merdekanya membahana, Pak Bupati (Lamongan), Pak Haji Fadeli. Kopiahnya dan baju putihnya sudah jelas ke arah mana tujuannya, ke K.H Ma'ruf Amin," tutur Hasto yang kemudian mendapat tepukan dan sambutan meriah dari kader partai berlambang banteng bermoncong putih itu.

Advertisement

Menurut dia, hal ini wajar. Pasalnya SBY sudah memberikan kebebasan kepada kader-kader Demokrat dalam urusan mendukung Pilpres 2019.

"Toh Pak SBY sudah memberikan kebebasan untuk memilih. Jadi kalau dalam pribahasa tumbuh ketemu tutup. Dan akhirnya inilah pemimpin Jokowi-Ma'ruf Amin, mau dihujat, difitnah, tetap senyum, tetap kerja," tukas Hasto.

Setelah acara selesai, baik Fadeli maupun Hasto berfoto bersama ratusan kader PDIP Lamongan. Fadeli mengacungkan jempol saat berpose.

Saat dikonfirmasi ke Fadeli, dia hanya menjawab Jokowi adalah pimpinannya. "Jangan bicara ke sana (dukungan Pilpres), saya selaku Bupati dan Pak Jokowi sebagai pimpinan saya," tuturnya.

Dia pun enggan dikaitkan dengan pernyataan SBY yang membebaskan untuk kadernya menentukan pilihan Pilpres. Bahkan, Fadeli menyebut soal jempolnya yang difoto, itu hanya bersifat biasa saja.

"Lho itu kan jempol saja, jangan diartikan macam macam ya," ucapnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Langkah Simbolik PDIP Menangkan Jokowi-Ma'ruf di Jabar Buat Pilpres 2019
Hasto Soal Poster 'Raja Jokowi': Ya Itu Pak Jokowi, Tapi Bukan Dari PDIP
Hasto Soal Sindiran #petrukjadiraja Fadli Zon: Biar Nikita Mirzani Jawab
PDIP Nilai Pengakuan KAMI Pemasang Poster 'Jokowi Raja' Tak Masuk Akal
Djarot: Anak Muda Jangan Gampang Menyerah Kalau Mau Sukses
Hasto Minta Kader Indramayu-Cirebon Tak Terbuai Hasil Survei: Target 60% Buat Jokowi

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.