Jelang Reshuffle Kabinet, PKB Sindir Menteri Sibuk Pencitraan di ATM
Jazilul menilai, Presiden Joko Widodo butuh menteri yang bisa bertahan di situasi krisis. Bukan menteri sibuk pencitraan.
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid bicara soal urgensi Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet. Jazilul malah menyentil menteri yang sibuk melakukan pencitraan.
Jazilul menilai, Presiden Joko Widodo butuh menteri yang bisa bertahan di situasi krisis. Bukan menteri sibuk pencitraan.
"Kalau reshuffle hanya jadi gunjingan artinya sulit loh saat saat ini nyari orang untuk mengganti menteri yang betul-betul bisa tahan di situasi krisis atau minimal kreatif untuk membantu presiden," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/6).
"Malah menterinya sibuk keluyuran pencitraan," sambungnya.
Jazilul tidak menyebutkan siapa menteri yang dimaksud. Namun, dia memberikan ciri-ciri menteri tersebut sering terlihat di mesin-mesin anjungan tunai mandiri (ATM).
"Katanya ada di ATM, ada di objek-objek wisata. Itu enggak ada soal sih tapi saya pikir buka itu dasar untuk reshuffle," ujarnya.
Soal kocok ulang kabinet, Jazilul menilai yang paling tahu urgensinya adalah Presiden Joko Widodo. Paling penting memunculkan tokoh harapan baru di menteri kabinet.
"Yang paling ngerti urgensinya presiden. PKB hanya perlu rakyatnya hari ini perlu untuk tidak was was dalam kondisi ekonomi yang ada jadi kalau misalkan reshuffle itu kemudian dimunculkan harapan baru itu perlu," ujarnya.
(mdk/ray)